Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melaksanakan salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah bersama istri dan ketiga anaknya di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong, Rabu (18/2) malam. Kehadiran orang nomor satu di Kukar tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal ibadah bulan suci yang diikuti ratusan jemaah dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.
Salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan dilanjutkan dengan salat Witir 3 rakaat satu kali salam. Bertindak sebagai imam Tarawih yakni Ahmad Nasihin Al Hafidz, sementara Wahyudi dan Albi Rizky dipercaya sebagai bilal. Suasana masjid tampak ramai oleh masyarakat yang antusias menyambut malam pertama Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. “Semoga di bulan suci ramadan kali ini keimanan/ketaqwaan kita bisa lebih ditingkatkan lagi, dan kita semua mendapatkan nikmat/rahmad dari Allah SWT,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat doa dan harapan bagi daerah Kutai Kartanegara. Menurutnya, upaya pembangunan tidak hanya dilakukan melalui kerja nyata, tetapi juga melalui kekuatan spiritual dan doa bersama. “Jika disuatu daerah keimanan/ketakwaan masyarakatnya rajin menjalankan ibadah, insyaallah daerah itu akan dijadikan daerah yang Baldatu Toyyibatun WA Robbun Ghofur. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyinggung rencana kegiatan Ramadan yang sebelumnya disampaikan oleh pengurus Masjid Agung. Salah satunya terkait pelaksanaan Pasar Ramadan. Ia menjelaskan bahwa tahun ini Pasar Ramadan tidak dipusatkan di lingkungan Masjid Agung, melainkan dialihkan ke Pasar Tangga Arung Square. Kebijakan ini diambil untuk mendukung penataan kawasan serta kelancaran aktivitas ibadah di masjid.
Meski demikian, Bupati memberikan ruang bagi pedagang yang ingin berjualan pakaian dan kebutuhan lainnya di sekitar masjid, dengan tetap berkoordinasi bersama pengurus atau panitia setempat. “Yang terpenting kita laksanakan dengan baik, tertib, aman, dan tetap menjaga ibadah selama bulan Puasa Ramadan,” demikan pintanya.
Pelaksanaan salat Tarawih perdana ini menjadi simbol dimulainya rangkaian ibadah Ramadan di Kukar. Pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tertib, menjaga kondusivitas, serta memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas demi kemajuan daerah yang religius dan sejahtera.




