sekitarkaltim.com – Kerusakan Jalan Muso Bin Salim di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah berlangsung bertahun-tahun. Karuan saja kondisi itu sangat dikeluhkan masyarakat. Betapa tidak, warga menyebut kerusakan jalan itu tidak berbeda dengan jalan poros pedalaman Kukar, yakni jalur menghubungkan Kecamatan Kota Bangun dengan Kecamatan Kenohan.
“Ya ketika lewat Jalan Muso Bin Salim ini, tidak jauh berbeda dengan jalan poros Desa Sebelimbingan yang termasuk wilayah Kecamatan Kota Bangun, menuju desa-desa di Kecamatan Kenohan. Jadi lewat sini (Jalan Muso Bin Salim, Red) kita dalam Kota Tenggarong berasa melintasi pedalaman Kukar,” keluh para warga saat melewati Jalan Muso Bin Salim.
Memang, selama ini Jalan Muso Bin Salim menjadi akses harian masyarakat. Misalnya menuju Kantor Kelurahan Melayu, Polsek Tenggarong serta sejumlah kantor instansi penting lainnya. Kerusakan badan jalan tersebut tak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga menghadirkan ancaman keselamatan serius.
Paling mengkhawatirkan adalah pengendara sepeda motor, terpaksa harus memilih-milih jalan dengan hati-hati. Membuat laju kendaraan mereka meliuk-liuk seperti ular untuk menghindari lubang-lubang besar dan permukaan jalan tidak rata.
“Yang kami rasakan sudah satu tahun lebih rusak. Kalau hujan, lubang-lubangnya besar dan sangat membahayakan. Kami khawatir terjadi kecelakaan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Melayu, Lenny Darmayanti, dalam Musrenbang Kecamatan Tenggarong beberapa waktu lalu.
Kekhawatiran seperti itu memang kerab disampaikan masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban. Kondisi buruk itu juga mendapat sorotan tajam dari DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra.
“Kerusakan di Jalan Muso Bin Salim merupakan gambaran nyata di lapangan yang harus segera direspons. Lebih ironisnya lagi, jalan rusak ini semakin parah setelah ada perbaikan namun kembali rusak.
“Jalan Muso Bin Salim merupakan akses harian masyarakat. Kondisinya becek, licin saat hujan dan itu sangat membahayakan,” tegas Akbar kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Karena itulah perbaikan jalan ini diharapkan segera dikerjakan sampai tuntas. Mengingat selama ini kerusakan jalan itu terkesan dibiarkan, tanpa upaya penanganan selama bertahun-tahun. Nah untuk menjawab keluhan masyarakat, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menginformasikan perbaikan Jalan Muso Bin Salim menjadi prioritas dan telah masuk dalam rencana kerja 2026.
“Pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar untuk menangani badan jalan di ruas tersebut. Tapi memang tidak bisa dikerjakan semua, panjangnya sekitar 360 Meter. Jadi kami prioritaskan untuk jalannya dulu,” ujar Linda, sembari menyebutkan badan jalan akan dibangun dalam bentuk semenisasi, karena dipastikan lebih tahan lama dibanding aspal biasa.
Memang, Dinas PU Kukar menargetkan badan Jalan Muso Bin Salim rampung pada 2026. Hanya saja, perbaikan tahun ini belum mencakup seluruh sisi jalan. Karena keterbatasan anggaran, penanganan drainase di sisi kiri Jalan Imam Bonjol belum dapat dikerjakan secara bersamaan. Pemerintah berharap masyarakat dapat bersabar dan memahami bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap.
“Untuk Jalan Muso Bin Salim diupayakan segera diperbaiki di 2026 ini,” tegasnya. (and)




