Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaNASIONALDapur Program Makan Bergizi Gratis di Bojonegoro Rusak Akibat Angin Kencang

Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Bojonegoro Rusak Akibat Angin Kencang

sekitarkaltim.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro mengalami kerusakan serius. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Ngrapah, Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB, ketika wilayah setempat diguyur hujan berintensitas tinggi yang diiringi hembusan angin kuat.

Bangunan yang roboh diketahui merupakan dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih dalam tahap pembangunan. Struktur bangunan belum sepenuhnya kokoh sehingga tidak mampu menahan tekanan angin kencang. Bagian atap yang menggunakan material seng atau galvalum dilaporkan terangkat, yang kemudian berdampak pada kerusakan di sisi belakang bangunan. Area yang terdampak termasuk bagian yang direncanakan sebagai tempat pencucian peralatan makan untuk mendukung operasional program tersebut.

Insiden ini terjadi saat lokasi proyek dalam kondisi kosong karena belum difungsikan. Tidak adanya aktivitas di lokasi pembangunan membuat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dan menghambat progres pembangunan fasilitas yang direncanakan untuk menunjang program pemenuhan gizi masyarakat.

Pihak kepolisian setempat melalui Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, mengonfirmasi bahwa hujan deras dan angin kencang mulai terjadi sejak sore hari dan menjadi pemicu utama robohnya bagian bangunan dapur tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan atap dan struktur bagian belakang tidak mampu bertahan.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Saat ini, bangunan yang mengalami kerusakan masih dalam proses penanganan oleh pihak terkait. Selain itu, pendataan serta evaluasi terus dilakukan guna mengetahui tingkat kerusakan secara menyeluruh dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro juga telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya perbaikan serta langkah mitigasi ke depan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments