sekitarkaltim.com – Era baru Tim Nasional Prancis resmi dimulai setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala baru Les Bleus. Legenda sepak bola Prancis itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030, menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah 14 tahun menangani tim nasional. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang publik Prancis yang sejak lama menginginkan Zidane kembali mengabdi untuk negaranya sebagai pelatih.
Penunjukan Zidane diumumkan secara resmi pada 28 Juli 2026. Mantan pelatih Real Madrid tersebut mengaku telah lama menantikan kesempatan memimpin tim nasional dan bahkan memilih menolak sejumlah tawaran melatih klub dalam beberapa tahun terakhir demi menunggu posisi tersebut tersedia. Baginya, menangani Les Bleus merupakan pencapaian yang memiliki nilai emosional sekaligus menjadi impian terbesar dalam karier kepelatihannya.
Zidane datang dengan reputasi sebagai salah satu pelatih tersukses di level klub. Bersama Real Madrid, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terulang dalam era modern kompetisi tersebut. Selain itu, ia juga sukses membawa Los Blancos meraih gelar La Liga dan berbagai trofi domestik maupun internasional lainnya.
Kini, tantangan baru menantinya di level tim nasional. Zidane akan memimpin skuad yang masih dihuni banyak pemain berkualitas seperti Kylian Mbappe, William Saliba, Aurélien Tchouaméni, Eduardo Camavinga, Michael Olise, Bradley Barcola, hingga Désiré Doué. Federasi berharap kombinasi pengalaman Zidane dan kualitas generasi baru Prancis mampu mengembalikan Les Bleus menjadi kekuatan dominan di sepak bola internasional.
Dalam konferensi pers perdananya, Zidane menegaskan dirinya siap menghadapi tantangan besar bersama tim nasional. Ia juga mengisyaratkan ingin menghadirkan gaya bermain yang kreatif, menyerang, serta tetap mempertahankan identitas sepak bola Prancis. Pengalaman sebagai pemain juara dunia 1998 dan pelatih elite Eropa diharapkan menjadi modal penting dalam membangun kembali tim menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Agenda terdekat Zidane adalah mempersiapkan skuad menghadapi UEFA Nations League. Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian adalah duel melawan Italia pada awal Oktober mendatang. Laga tersebut diprediksi memiliki makna emosional tersendiri bagi Zidane mengingat sebagian besar karier bermain dan melatihnya juga memiliki hubungan erat dengan sepak bola Italia. Ia mengakui pertandingan tersebut akan terasa spesial karena mengenal banyak sosok di negeri tersebut, namun tetap menegaskan fokus utamanya adalah membawa Prancis meraih hasil terbaik.
Kehadiran Zidane di kursi pelatih juga memunculkan optimisme baru di kalangan pendukung Les Bleus. Setelah era panjang Didier Deschamps yang menghasilkan satu gelar Piala Dunia, satu trofi UEFA Nations League, serta sejumlah pencapaian besar lainnya, ekspektasi terhadap Zidane sangat tinggi. Publik berharap legenda yang pernah membawa Prancis menjadi juara dunia sebagai pemain itu kini mampu mengulang kesuksesan serupa dari sisi lapangan sebagai pelatih.
