Beranda DAERAH Geram (Gerakan Rakyat Menggugat ) Samarinda Tuntut Ketegasan TNI atas Kasus Penyiraman...

Geram (Gerakan Rakyat Menggugat ) Samarinda Tuntut Ketegasan TNI atas Kasus Penyiraman Aktivis

0

sekitarkaltim.com – Aksi solidaritas terhadap aktivis yang menjadi korban penyiraman air keras kembali menguat di berbagai daerah, termasuk di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus di Jakarta itu kini menjadi sorotan luas, terutama karena adanya dugaan keterlibatan oknum dari institusi militer.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) turun ke jalan dengan menggelar demonstrasi di depan Markas Komando Resor Militer 091/Aji Surya Natakesuma pada Rabu (7/4/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kejelasan dan ketegasan sikap dari TNI atas kasus kekerasan yang menimpa aktivis tersebut.

Mahasiswa melalui koordinator aksinya menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah transparansi dan ketegasan institusi militer dalam menindak anggotanya yang diduga terlibat. Mereka juga ingin mengetahui secara jelas posisi dan respons TNI di Kalimantan Timur terhadap kasus yang tengah menjadi perhatian nasional itu.

Tidak hanya itu, massa aksi turut menyuarakan sejumlah isu lain yang dinilai berkaitan dengan supremasi sipil dan reformasi sektor keamanan. Mereka mendorong agar militer kembali fokus pada tugas utamanya, menolak rencana revisi RUU TNI, serta mendesak penindakan tegas terhadap setiap bentuk kekerasan yang melibatkan aparat. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga meminta pimpinan Korem 091/ASN untuk turun langsung menemui mereka guna memberikan penjelasan resmi.

Aksi demonstrasi sempat memanas dengan adanya pembakaran ban di depan lokasi, yang berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada. Kemacetan panjang tidak terhindarkan, bahkan sejumlah pengendara harus mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi unjuk rasa.

Pihak aparat keamanan setempat sempat berupaya meredakan situasi dengan menemui massa. Komandan Kodim 0901/Samarinda bersama Kapolresta Samarinda hadir untuk menerima aspirasi mahasiswa. Namun, demonstran tetap bersikeras agar pimpinan Korem hadir secara langsung sebagai bentuk tanggung jawab institusi.

Dalam keterangannya, pihak TNI di Samarinda menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa telah diterima dan akan menjadi perhatian. Mereka juga mengakui adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut yang kini tengah diproses melalui mekanisme peradilan militer. Penanganan kasus ini ditegaskan harus berjalan secara transparan agar memberikan keadilan serta menjadi pembelajaran bagi seluruh prajurit untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.

Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik, mengingat isu kekerasan terhadap aktivis serta akuntabilitas aparat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version