Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDAERAHKandang Ayam di Sebulu Terbakar, Dugaan Sumber Api dari Tungku Pemanas

Kandang Ayam di Sebulu Terbakar, Dugaan Sumber Api dari Tungku Pemanas

sekitarkaltim.com – Kebakaran yang melanda sebuah kandang ayam di Dusun Antai, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis malam (2/4/2026), sempat membuat warga sekitar panik. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.28 WITA itu dengan cepat menarik perhatian masyarakat setempat akibat kobaran api yang membesar dalam waktu singkat.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas, tim pemadam kebakaran dari Damkarmatan Sektor Sebulu segera bergerak menuju lokasi kejadian dan mulai melakukan upaya pemadaman sekitar pukul 21.40 WITA. Proses penanganan berlangsung intens selama kurang lebih 45 menit hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 22.25 WITA.

Dari hasil penelusuran awal, kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh tungku pemanas yang digunakan di dalam kandang ayam. Bara api dari alat tersebut diduga jatuh dan mengenai sekam yang mudah terbakar, sehingga menyebabkan api dengan cepat merambat dan membesar. Kondisi bahan di dalam kandang yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api.

Komandan Pos Damkarmatan Sektor Sebulu, Teddy Irawan, menjelaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada kelalaian dalam penggunaan alat pemanas di lingkungan kandang. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap sumber panas sangat penting, terutama di area yang memiliki material mudah terbakar seperti sekam dan kayu.

Dalam proses pemadaman, petugas tidak bekerja sendiri. Sejumlah relawan turut terlibat membantu upaya penanggulangan, di antaranya dari Redkar Segihan, Redkar Sebulu Ulu, Redkar Sebulu Ilir, serta Redkar Sebulu Modern. Sinergi antara petugas dan relawan ini dinilai mempercepat proses pengendalian api sehingga tidak meluas ke area lain.

Selain mengerahkan personel, petugas juga menurunkan beberapa unit armada pemadam kebakaran lengkap dengan peralatan pendukung seperti selang dan nozzle guna mengoptimalkan proses pemadaman di lokasi kejadian.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan kandang serta perlengkapan yang berada di dalamnya.

Pihak Damkarmatan mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan alat pemanas maupun sumber api lainnya, khususnya di lingkungan yang memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran. Pengawasan yang ketat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments