sekitarkaltim.com – Tim Nasional Korea Selatan dipastikan akan memasuki babak baru setelah Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala menyusul kegagalan Taeguk Warriors melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah Korea Selatan menelan kekalahan tipis 0-1 dari Afrika Selatan pada pertandingan terakhir Grup A. Hasil tersebut membuat Korea Selatan harus puas mengakhiri fase grup di peringkat ketiga sehingga gagal mengamankan tiket ke fase gugur.
Pengunduran diri Hong Myung-bo menjadi bentuk pertanggungjawaban atas hasil yang tidak sesuai harapan publik Korea Selatan. Pelatih berusia 57 tahun itu menilai dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim nasional dan memilih mengakhiri masa kepelatihannya tanpa mencari alasan maupun pembenaran.
Dalam pernyataannya, Hong Myung-bo menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung sepak bola Korea Selatan serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada tim sepanjang turnamen. Ia mengakui bahwa menerima jabatan sebagai pelatih tim nasional merupakan keputusan besar yang tidak mudah, namun sejak awal dirinya berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab hingga akhir.
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil selama menangani tim selalu didasarkan pada keyakinan bahwa hal tersebut merupakan pilihan terbaik bagi perkembangan sepak bola Korea Selatan. Meski demikian, ia mengakui hasil di Piala Dunia 2026 tidak mampu memenuhi ekspektasi masyarakat sehingga seluruh tanggung jawab berada di pundaknya sebagai pelatih kepala. Karena alasan itulah ia memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kegagalan tersebut.
Korea Selatan sebenarnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan besar untuk kembali menembus babak gugur. Namun performa yang kurang konsisten sepanjang penyisihan grup membuat langkah mereka terhenti lebih cepat. Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi penutup yang pahit sekaligus memastikan Taeguk Warriors harus angkat koper sebelum memasuki fase 32 besar.
Kegagalan tersebut juga memicu reaksi keras dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung. Ia mengaku terkejut sekaligus kecewa dengan pencapaian tim nasional di ajang sepak bola paling bergengsi dunia tersebut. Sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan dunia sepak bola, Lee menilai hasil ini menjadi bukti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengelolaan tim nasional.
Presiden Lee turut menyoroti proses penunjukan pelatih, struktur organisasi tim nasional, hingga mekanisme pengawasan yang dinilai perlu diperbaiki. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipilih untuk memimpin. Menurutnya, apabila loyalitas kelompok lebih diutamakan dibandingkan kompetensi, maka hasil yang mengecewakan bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Dengan mundurnya Hong Myung-bo, Federasi Sepak Bola Korea Selatan kini dihadapkan pada tugas penting untuk mencari sosok pelatih baru yang mampu membangun kembali kepercayaan publik sekaligus mempersiapkan regenerasi tim. Evaluasi menyeluruh diperkirakan akan menjadi agenda utama setelah kegagalan di Piala Dunia 2026 agar Taeguk Warriors dapat kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
