Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaOLAHRAGAMenpora dan Ketua KONI Pusat Matangkan Persiapan PON 2028, Fokus Cabor Olimpiade...

Menpora dan Ketua KONI Pusat Matangkan Persiapan PON 2028, Fokus Cabor Olimpiade dan Dampak Ekonomi Daerah

sekitarkaltim.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman membahas secara khusus persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dan KONI untuk memastikan PON 2028 berjalan lebih terarah, berkualitas, serta memberikan dampak luas bagi olahraga dan perekonomian daerah.

Dalam keterangannya, Erick Thohir menegaskan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menjadikan PON sebagai ajang pemersatu bangsa. “Kami dari Kemenpora ingin memastikan PON 2028 menjadi ajang pemersatu bangsa lewat atlet-atlet yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia,” tulis Erick Thohir terkait pertemuan tersebut dalam akun media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis. Pernyataan tersebut diberitakan ANTARA sebagai bagian dari rangkaian agenda koordinasi pemerintah dan induk organisasi olahraga nasional dalam menyongsong pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu.

Menpora menjelaskan, PON 2028 tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ajang ini diharapkan menjadi panggung pembuktian sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi seperti SEA Games dan Asian Games. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat lebih terarah dan berkelanjutan, selaras dengan target prestasi Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Selain aspek prestasi, PON 2028 juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi tuan rumah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan pendukung diyakini akan mendorong sektor pariwisata serta memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Pelaksanaan PON 2028 nantinya akan diarahkan pada cabang-cabang olahraga yang masuk dalam Olimpiade. Konsep ini membuat jumlah cabang yang dipertandingkan tidak sebanyak edisi sebelumnya, namun lebih fokus pada cabor yang memiliki peluang bersaing di panggung dunia. Secara terpisah, Marciano Norman menjelaskan bahwa peningkatan kualitas menjadi prioritas utama, termasuk penerapan standar tertentu bagi atlet yang akan berlaga. Ia menegaskan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan akan semakin terfokus dengan sasaran Indonesia di kancah internasional.

Meski demikian, KONI tetap memberikan ruang bagi cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di PON melalui ajang alternatif seperti Indonesia Martial Art Games (IMAG), Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, serta Indonesia Youth Games. Ajang-ajang tersebut merupakan terobosan KONI Pusat yang akan digelar di kabupaten/kota setiap dua tahun, sehingga pembinaan dan kompetisi tetap berjalan merata di seluruh Indonesia.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments