sekitarkaltim.com – Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan aksi pembuangan sampah ke Sungai Mahakam memicu perhatian publik dan mendorong klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Tayangan tersebut memperlihatkan seorang petugas kebersihan yang mengumpulkan sampah dari area taman, kemudian membuangnya ke aliran sungai, sehingga memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Peristiwa yang terjadi di Tenggarong ini langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi dan latar belakang kejadian. Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menjelaskan bahwa petugas yang terekam dalam video tersebut merupakan bagian dari pasukan kebersihan yang telah lama bertugas dan memiliki masa pengabdian sekitar 25 tahun. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak.
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa sampah yang dibuang ke Sungai Mahakam berupa sampah organik seperti daun. Namun, pemerintah daerah menilai tindakan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan karena berpotensi memberikan contoh yang kurang baik kepada masyarakat luas. Penegasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara konsisten, termasuk oleh petugas di lapangan.
Respons publik terhadap video tersebut pun beragam. Sebagian masyarakat mencoba memahami kondisi yang terjadi, sementara sebagian lainnya menilai tindakan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius sebagai bagian dari penegakan disiplin dalam pengelolaan kebersihan lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa langkah pembinaan telah dilakukan terhadap petugas yang bersangkutan. Ia menegaskan bahwa pihaknya melarang keras praktik pembuangan sampah ke sungai maupun pembakaran sampah oleh petugas.
Pendekatan pembinaan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi usia petugas, sehingga langkah yang diambil lebih mengedepankan edukasi dan perbaikan perilaku. Selain itu, pengawasan di lapangan juga diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Lebih jauh, DLHK Kukar menilai persoalan sampah bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan juga membutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan di ruang publik masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di kawasan sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan warga.
Melalui kejadian ini, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai dalam bentuk apa pun. Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bersama agar pengelolaan kebersihan di Kutai Kartanegara semakin baik ke depan.




