sekitarkaltim.com – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus diperkuat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program “Polantas Menyapa” yang kini hadir lebih intensif dengan menjangkau masyarakat selama enam hari dalam sepekan. Program ini menjadi bagian dari inovasi pelayanan yang menekankan pendekatan humanis sekaligus efisiensi dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor.
Di Tenggarong, pelaksanaan program tersebut dilakukan secara konsisten mulai Senin hingga Sabtu. Kehadiran petugas di hari tambahan itu ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja, sehingga tetap dapat mengakses layanan tanpa harus mengorbankan aktivitas utama mereka.
Kasat Lantas Polres Kutai Kartanegara, Ahmad Fandoli, menjelaskan bahwa program Polantas Menyapa tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, tetapi juga menghadirkan pendekatan langsung kepada masyarakat. Petugas secara aktif menyambut warga sejak pertama kali datang ke lokasi pelayanan, memberikan arahan, serta membantu proses pengurusan dokumen agar berjalan lebih cepat dan efisien.
Pendekatan ini dinilai mampu meminimalisasi kendala yang kerap dihadapi masyarakat, terutama terkait kelengkapan persyaratan administrasi. Dengan adanya pendampingan langsung, warga dapat segera mengetahui dokumen apa saja yang dibutuhkan tanpa harus bolak-balik akibat kekurangan berkas. Selain itu, petugas juga menyampaikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat di jalan raya.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengubah persepsi publik terhadap layanan birokrasi yang selama ini identik dengan proses yang rumit dan kurang responsif. Satlantas Polres Kukar berupaya menghadirkan layanan yang lebih terbuka, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan penerapan pelayanan yang lebih proaktif, kehadiran Polantas Menyapa diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih nyaman dan efisien. Inisiatif ini juga menjadi wujud komitmen kepolisian dalam menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Di sisi lain, konsistensi pelaksanaan program hingga enam hari kerja menunjukkan adanya keseriusan dalam memberikan akses layanan yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kepatuhan administrasi kendaraan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara aman dan tertib.
