Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDAERAHPolres Kukar Imbau Waspada Uang Palsu dan Larang Sound Horeg Selama Ramadan...

Polres Kukar Imbau Waspada Uang Palsu dan Larang Sound Horeg Selama Ramadan 1447 H

sekitarkaltim.com – Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Kutai Kartanegara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Imbauan tersebut disampaikan di Markas Komando Polres Kukar pada Selasa (24/2/2026) sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial selama bulan suci.

Mewakili Kapolres Kutai Kartanegara, Khairul Basyar, Kepala Bagian Operasi Polres Kukar, Roganda, menjelaskan bahwa jajaran kepolisian terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui pendekatan preemtif dan preventif. Strategi tersebut dilakukan dengan memaksimalkan penyampaian informasi melalui media sosial, serta melibatkan peran Bhabinkamtibmas, fungsi pembinaan masyarakat, dan intelijen Satuan Reserse Kriminal untuk memberikan edukasi langsung kepada warga.

Menurutnya, literasi masyarakat dalam mengenali ciri-ciri uang asli menjadi kunci untuk meminimalkan risiko menjadi korban. Ia memaparkan bahwa secara sederhana masyarakat dapat menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Uang asli memiliki tekstur khusus yang dapat dirasakan pada bagian tertentu, dilengkapi benang pengaman yang tertanam di dalam kertas, serta memiliki tanda air atau watermark yang terlihat jelas saat diterawang ke arah cahaya.

Polres Kukar juga mengingatkan agar masyarakat tidak kembali mengedarkan uang yang dicurigai palsu. Apabila menerima uang yang diragukan keasliannya, misalnya saat menerima kembalian dalam transaksi, warga diminta segera melaporkannya kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan pengembangan jaringan pelaku.

Menjelang Lebaran, aktivitas penukaran uang dalam jumlah besar cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan penukaran di lembaga resmi seperti bank atau penyedia jasa penukaran uang yang memiliki izin. Penukaran di lokasi tidak resmi, seperti di pinggir jalan, dinilai berisiko tinggi terhadap peredaran uang palsu. Jika tetap melakukan penukaran di luar tempat resmi, warga diminta lebih cermat memeriksa kondisi fisik uang, memperhatikan tekstur, kejelasan benang pengaman, serta mencermati nomor seri. Uang palsu kerap dibundel dalam kondisi tampak baru dengan nomor seri identik atau berurutan secara tidak wajar.

Selain isu uang palsu, Polres Kukar turut menyoroti penggunaan pengeras suara berdaya besar atau yang dikenal sebagai sound horeg untuk membangunkan sahur. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan perangkat audio dengan volume berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Getaran dan kebisingan dinilai dapat mengganggu warga yang sedang beribadah, lanjut usia, maupun masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

Kepolisian mendorong agar tradisi membangunkan sahur tetap dilakukan secara bijak, misalnya melalui pengumuman dari masjid atau musala dengan volume yang wajar, atau melalui petugas lingkungan yang berkeliling tanpa perangkat suara berlebihan. Melalui imbauan ini, Polres Kutai Kartanegara berharap tercipta suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments