sekitarkaltim.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan komitmen negaranya untuk menyumbang 10 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp162 triliun guna mendukung rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah forum yang dibentuk khusus untuk menangani krisis Gaza.
Pengumuman itu disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang digelar di Washington pada Kamis (19/2). Forum tersebut menjadi langkah awal inisiatif diplomatik baru Amerika Serikat dalam mendorong stabilitas dan pemulihan kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.
“Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini,” kata Trump, seperti dikutip RIA Novosti.
Ia menilai nilai bantuan sebesar 10 miliar dolar AS tersebut mungkin terlihat besar, namun relatif kecil jika dibandingkan dengan biaya yang harus ditanggung akibat perang. Trump bahkan menyebut angka tersebut setara dengan sekitar dua pekan pertempuran.
Menurut Trump, pembentukan Dewan Perdamaian tidak hanya berfokus pada rekonstruksi fisik Gaza, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Ia menyampaikan optimisme bahwa forum tersebut dapat mewujudkan “keharmonisan yang langgeng di kawasan yang selama berabad-abad dilanda konflik,” sekaligus menjadi model penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia.
Lebih dari 20 negara dilaporkan menghadiri pertemuan perdana tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sehari sebelumnya menyampaikan bahwa partisipasi internasional dalam forum ini menunjukkan tingginya perhatian global terhadap situasi di Gaza.
Dari Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto turut berada di Washington untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian tersebut. Kehadiran Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung perdamaian Palestina dan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik.
Trump sendiri mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada 16 Januari lalu dan mengundang sekitar 50 pemimpin negara untuk bergabung, termasuk Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi diplomasi global Amerika Serikat dalam merespons eskalasi konflik Gaza serta mendorong proses rekonstruksi yang terkoordinasi secara internasional.
Komitmen bantuan 10 miliar dolar AS untuk Gaza ini diperkirakan akan menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam upaya pemulihan pascakonflik. Langkah tersebut juga dinilai akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, sekaligus membuka ruang kolaborasi multilateral dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.




