sekitarkaltim.com – Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Al-Hurro dalam kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, pada 31 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi inspirasi dan pengalaman hidup kepada generasi muda di lingkungan pesantren.
Dalam suasana penuh kehangatan, Rendi Solihin menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para santri setelah menyampaikan sambutannya. Ia membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh dinamika hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai wakil kepala daerah. Cerita tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan moral agar para santri memiliki semangat juang tinggi dan tidak ragu untuk bermimpi besar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan. Para santri diingatkan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, karena setiap proses memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.
Selain itu, Rendi juga mengajak para santri untuk mulai menetapkan target hidup yang jelas sejak dini. Dengan memiliki tujuan yang terukur, menurutnya, seseorang akan lebih mudah menentukan arah dan fokus dalam menjalani pendidikan. Hal ini dinilai penting agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi di sektor akademik maupun keterampilan lainnya.
Antusiasme para santri terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka menyimak dengan penuh perhatian setiap pengalaman dan pesan yang disampaikan. Interaksi yang terjalin secara langsung ini dinilai mampu memberikan motivasi tambahan serta energi positif bagi para santri dalam meraih cita-cita mereka.
Kegiatan Halal Bihalal di Pondok Pesantren Al-Hurro ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan mampu bersaing di masa depan.




