Rabu, Oktober 7, 2026
spot_img
BerandaDAERAH5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun Kukar, Dukung Pelestarian Ekosistem...

5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun Kukar, Dukung Pelestarian Ekosistem Perairan

sekitarkaltim.com – Festival Batu Bumbun ke-3 di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya menjadi momentum untuk merawat tradisi dan mengenang sejarah masyarakat setempat. Rangkaian festival juga diisi dengan kegiatan pelestarian lingkungan melalui penebaran sekitar 5.000 bibit ikan nila di Reservat Batu Bumbun, Kamis (27/8/2026).

Penebaran ribuan bibit ikan tersebut melibatkan masyarakat bersama sejumlah pejabat setempat. Bibit nila yang ditebar merupakan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan populasi ikan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan di kawasan tersebut.

Reservat Batu Bumbun dipandang memiliki potensi penting bagi keberlangsungan ekosistem perairan sekaligus kehidupan masyarakat Muara Muntai. Penebaran bibit diharapkan dapat membantu menambah populasi ikan sehingga sumber daya perikanan tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sekretaris Kecamatan Muara Muntai, Ansarullah Roeslan, menilai keberadaan Reservat Batu Bumbun memiliki nilai yang lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan kisah Batu Bumbun yang diangkat dalam tarian kolosal pada pembukaan Festival Batu Bumbun.

Menurut Ansarullah, sejarah Batu Bumbun yang berkembang di tengah masyarakat menjadi salah satu alasan penting untuk menjaga kawasan tersebut secara menyeluruh. Pelestarian lingkungan dan kebudayaan dinilai dapat berjalan beriringan sehingga keberadaan kawasan tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga tetap memiliki fungsi ekologis bagi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa penambahan populasi ikan melalui kegiatan penebaran bibit perlu diikuti dengan perlindungan habitat serta pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan. Upaya tersebut dinilai penting karena keberhasilan pemulihan sumber daya ikan tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang ditebar, tetapi juga kondisi perairan dan pola pemanfaatannya.

Aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan maupun menggunakan metode yang tidak sesuai aturan dapat menghambat pemulihan populasi ikan. Karena itu, pengawasan di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perairan di wilayah Kutai Kartanegara.

Ansarullah berharap aturan mengenai pemanfaatan sumber daya perikanan dapat diterapkan secara konsisten. Menurutnya, penebaran bibit ikan perlu dibarengi tindakan nyata untuk mencegah penangkapan ikan secara ilegal agar potensi perairan dapat kembali terjaga dalam jangka panjang.

Sementara itu, Sekretaris Desa Muara Muntai Ilir, Aji Muhammad Kasmir, menyampaikan bahwa Festival Batu Bumbun telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Keberlangsungan festival tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar, serta anggota DPRD Kutai Kartanegara.

Menurut Kasmir, keberlanjutan dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting agar Festival Batu Bumbun dapat terus dilaksanakan. Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan budaya sekaligus pelestarian lingkungan di kawasan Batu Bumbun dapat semakin kuat pada tahun-tahun mendatang.

Penebaran sekitar 5.000 bibit nila akhirnya menjadi salah satu kegiatan yang memperkuat pesan Festival Batu Bumbun ke-3. Festival tidak hanya menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan tradisi, tetapi juga mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan upaya menjaga ekosistem perairan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Reservat Batu Bumbun diharapkan tetap menjadi kawasan yang memiliki nilai ekologis, sosial, sejarah, dan budaya bagi masyarakat Muara Muntai Ilir.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments