sekitarkaltim.com – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Hidayah yang berada di Jalan Tirta Kencana, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar kegiatan munaqosyah atau evaluasi pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 santri yang hadir bersama orang tua maupun wali masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan Al-Qur’an.
Kepala TPQ Nurul Hidayah, Dede Ariyani, menjelaskan bahwa kehadiran orang tua dalam munaqosyah memiliki peran penting karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, orang tua dapat mengetahui sejauh mana capaian pembelajaran yang telah diraih selama mengikuti pendidikan di TPQ.
Pelaksanaan munaqosyah tahun ini melibatkan empat penguji, yakni Hendra Wijaya, Fina Liyanti, Habib Zainuri, dan Evita Laili. Para penguji melakukan evaluasi terhadap santri pada tingkat jilid maupun tingkat Al-Qur’an dengan standar penilaian yang disesuaikan dengan jenjang pembelajaran masing-masing.
Salah satu penguji, Fina Liyanti, menerangkan bahwa penilaian bagi santri tingkat Al-Qur’an mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari fashohah, tajwid, kualitas suara, hingga lagu dalam membaca Al-Qur’an. Pada aspek fashohah, penilaian dilakukan terhadap kemampuan santri dalam menerapkan waqaf dan ibtida, ketepatan pelafalan huruf beserta harakatnya, serta kemampuan merangkai kalimat dan ayat dengan baik. Sementara pada aspek tajwid, fokus penilaian meliputi makharijul huruf, sifat huruf, serta penerapan hukum bacaan panjang dan pendek.
Untuk santri tingkat jilid, materi yang diujikan disesuaikan dengan pokok bahasan pada masing-masing jilid sehingga standar evaluasi berbeda antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya. Sistem tersebut diterapkan agar proses penilaian lebih objektif dan sesuai dengan kemampuan santri.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri dinilai cukup menggembirakan. Fina menyebut seluruh santri yang berada dalam kelompok penilaiannya berhasil memenuhi kriteria untuk melanjutkan pembelajaran ke Juz 4 setelah sebelumnya menyelesaikan Juz 3. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu terus ditingkatkan agar kualitas bacaan menjadi lebih baik dan semakin sesuai dengan kaidah yang benar.
Selain mengapresiasi kemampuan para santri, ia juga menilai pengelolaan TPQ Nurul Hidayah terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, manajemen lembaga, struktur organisasi, serta pelaksanaan evaluasi yang berjalan secara teratur menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an.
Sementara itu, Dede Ariyani berharap hasil munaqosyah dapat menjadi dorongan bagi para santri untuk semakin giat mempelajari Al-Qur’an, baik dari sisi tajwid, makhraj huruf, sifat huruf, maupun kualitas bacaan secara keseluruhan. Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif mengenalkan pentingnya pendidikan Al-Qur’an kepada masyarakat sekitar sehingga semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar mengaji sejak usia dini.
Melalui pelaksanaan munaqosyah yang rutin dan terstruktur, TPQ Nurul Hidayah Tenggarong terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an sekaligus mempererat sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.




