sekitarkaltim.com – Timnas Jepang memang harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar. Meski gagal melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya, pelatih Hajime Moriyasu menilai penampilan Samurai Biru justru menjadi bukti bahwa kualitas timnya kini semakin mendekati level negara-negara elite sepak bola dunia.
Jepang sempat memberikan harapan besar kepada para pendukungnya ketika Kaishu Sano membawa tim unggul lebih dahulu pada menit ke-29. Namun, Brasil mampu bangkit melalui gol sundulan Casemiro pada menit ke-56 sebelum Gabriel Martinelli memastikan kemenangan Selecao lewat gol di penghujung babak tambahan waktu. Hasil tersebut sekaligus mengubur impian Jepang meraih kemenangan perdana di fase gugur Piala Dunia.
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan kurang beruntung Jepang di babak gugur turnamen terbesar sepak bola dunia. Pada Piala Dunia 2022, Samurai Biru harus tersingkir melalui adu penalti setelah sempat unggul atas Kroasia. Empat tahun sebelumnya, mereka juga gagal mempertahankan keunggulan 2-0 dan akhirnya kalah 2-3 dari Belgia pada babak 16 besar.
Mengutip ESPN, Moriyasu mengakui bahwa sejarah belum berpihak kepada timnya. Meski demikian, ia menegaskan kegagalan kali ini bukan akhir dari perjalanan sepak bola Jepang. Menurutnya, target untuk bersaing di Piala Dunia berikutnya bahkan edisi setelahnya tetap terbuka, selama seluruh elemen sepak bola Jepang terus bekerja dan berkembang secara konsisten.
Moriyasu juga berharap pengalaman pahit menghadapi Brasil dapat menjadi bekal penting bagi generasi pemain berikutnya. Ia menilai tantangan yang dihadapi saat ini merupakan bagian dari proses untuk mengubah sejarah. Apabila Jepang mampu terus berkembang dan belajar dari setiap kegagalan, bukan tidak mungkin mereka akan mampu menembus prestasi yang selama ini belum pernah dicapai.
Terlepas dari hasil akhir, pelatih berusia 57 tahun itu melihat banyak perkembangan positif dalam performa anak asuhnya. Ia menilai jarak kualitas antara Jepang dengan tim-tim terbaik dunia kini semakin kecil. Menurutnya, Brasil merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, dan penampilan Jepang dalam pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Samurai Biru kini mampu memberikan perlawanan yang seimbang.
Moriyasu juga menegaskan bahwa timnya masih memiliki banyak aspek yang harus ditingkatkan apabila ingin benar-benar sejajar dengan negara-negara elite. Evaluasi terhadap permainan akan terus dilakukan agar Jepang mampu mengubah peningkatan performa menjadi hasil nyata pada turnamen-turnamen mendatang.
Usai pertandingan, Moriyasu mengaku berbicara langsung kepada seluruh pemain di ruang ganti. Ia meminta skuadnya menjadikan rasa kecewa sebagai motivasi untuk terus berkembang. Di saat yang sama, ia turut mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut. Menurutnya, sebagai pelatih kepala, ia belum mampu membawa tim mencapai target menjadi juara dunia sehingga merasa bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh.
Meski tersingkir, dukungan publik Jepang tidak surut. Di berbagai kota, termasuk Tokyo, ribuan suporter tetap memadati lokasi nonton bareng hingga dini hari untuk memberikan dukungan kepada Samurai Biru. Banyak penggemar mengaku bangga terhadap perjuangan para pemain yang tidak pernah menyerah sepanjang pertandingan, bahkan ketika menghadapi salah satu favorit juara.
Sejumlah pendukung menilai penampilan Jepang melawan Brasil menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola negara tersebut. Mereka melihat keberhasilan Jepang mencetak gol lebih dulu ke gawang salah satu tim terbaik dunia sebagai bukti bahwa Samurai Biru kini semakin mampu bersaing di level tertinggi.
Walaupun gagal melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026, penampilan Jepang dinilai memberikan optimisme besar untuk masa depan. Tantangan berikutnya bagi Hajime Moriyasu adalah mengubah perkembangan performa yang sudah terlihat dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir menjadi pencapaian yang lebih nyata pada turnamen mendatang.




