sekitarkaltim.com – Komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak kembali ditunjukkan sektor swasta melalui program edukasi yang menyasar keluarga balita di Kota Samarinda. Sebanyak 100 keluarga mengikuti kegiatan Edukasi Keluarga Balita yang digelar oleh Alfamidi Cabang Samarinda di gerai Bukuan pada awal April 2026. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat terkait tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Kegiatan yang mengusung tema Posyandu Pantau Tumbuh Kembang Anak tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Bukuan serta dukungan unsur pemerintah setempat. Para orang tua mendapatkan pendampingan langsung mengenai tahapan perkembangan anak, mulai dari aspek fisik hingga kognitif dan emosional, sekaligus pentingnya pemberian stimulasi yang tepat di masa pertumbuhan awal.
Manajemen Alfamidi Samarinda menilai bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran orang tua agar lebih aktif memantau perkembangan anak melalui layanan posyandu yang mudah diakses. Selain itu, edukasi yang diberikan tidak hanya menekankan pemantauan pertumbuhan fisik, tetapi juga mencakup upaya deteksi dini terhadap kemungkinan keterlambatan perkembangan. Dengan pemahaman tersebut, orang tua diharapkan dapat mengambil langkah yang cepat dan tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Program ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Perwakilan Dinas Pengendalian dan Keluarga Berencana menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata sektor swasta dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan anak di bawah dua tahun. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan bahwa edukasi yang diberikan sangat membantu para orang tua dalam memahami cara merawat serta memantau perkembangan anak secara lebih terarah. Pengetahuan yang diperoleh dinilai praktis dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengenali tanda-tanda awal gangguan tumbuh kembang.
Melalui kegiatan ini, Alfamidi berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses informasi kesehatan anak kepada masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga yang memiliki pemahaman yang baik dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.
