sekitarkaltim.com – Kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah dan kepolisian di Kabupaten Gunungkidul. Kisah seorang bocah bernama Fendi yang harus menghentikan pendidikan demi merawat kedua orang tuanya yang sakit memantik perhatian luas, hingga akhirnya ditindaklanjuti secara langsung oleh Bupati Gunungkidul bersama Kapolres setempat dengan mengunjungi kediamannya di Padukuhan Jeruken, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk respons cepat atas persoalan kemanusiaan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di masyarakat. Dalam kunjungan itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Kapolres AKBP Damus Asa memastikan bahwa keluarga Fendi mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menangani persoalan sosial yang mendesak.
Kapolres Gunungkidul menjelaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan. Dalam upaya pemulihan kondisi psikologis, pihak kepolisian turut memberikan pendampingan berupa trauma healing kepada Fendi agar semangatnya kembali tumbuh. Selain itu, tim medis dari Polres juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada kedua orang tua Fendi beserta anggota keluarga lainnya.
Di sisi lain, Bupati Gunungkidul menegaskan pentingnya langkah terpadu dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Ia mendorong adanya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, agar Fendi dapat kembali melanjutkan pendidikannya tanpa hambatan. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan masa depan anak tersebut tetap terjaga meski tengah menghadapi kondisi keluarga yang sulit.
Pemerintah daerah juga menyoroti mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada keluarga tersebut. Meskipun telah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai, kondisi kesehatan orang tua Fendi yang tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi layanan menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan agar petugas melakukan sistem jemput bola guna memastikan bantuan tetap tersalurkan dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolres Gunungkidul turut menyerahkan sejumlah bantuan berupa sepeda, perlengkapan sekolah, sembako, hingga kebutuhan rumah tangga seperti kasur. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi Fendi untuk kembali mengejar pendidikan yang sempat tertunda.
Langkah cepat dan kolaboratif ini menjadi contoh bagaimana respons pemerintah dan aparat dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.




