Beranda DAERAH Desa Tanjung Harapan Jadi Surga Pemancing “Jukut Puyu” di Kukar

Desa Tanjung Harapan Jadi Surga Pemancing “Jukut Puyu” di Kukar

0
BANYAK pemancing “Jukut Puyu” asal luar datang ke Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. (and/sekitarkaltim.com)

Sekitarkaltim.com – Desa Tanjung Harapan di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas pemancing. Lokasi ini viral di media sosial dan diserbu oleh pemancing, tak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Tenggarong hingga Kota Samarinda. Daya tarik utama adalah melimpahnya populasi ikan pepuyu atau ikan betok, yang dalam bahasa Kutai disebut Jukut Puyu.

Gelombang kunjungan pemancing meningkat pesat belakangan ini, terutama pada hari libur. Seperti Minggu (1/2/2026) kemarin, desa ini kembali ramai dipadati para penggemar memancing yang berharpa mendapat tangkapan ikan pepuyu yang terkenal gesit dan memiliki cita rasa khas.

Fenomena ini ternyata membawa dampak positif bagi kehidupan warga setempat. Selain menikmati hasil memancing untuk konsumsi pribadi, perekonomian lokal pun mulai menggeliat. Kedatangan para pemancing dari luar desa memberikan angin segar bagi usaha kecil warga.

“Kami senang dengan kondisi sekarang. Banyak datang tamu dari luar, ini membantu ekonomi kami. Misalnya perahu penyeberangan traidisional dan warung-warung,” ujar Hairil, seorang warga Tanjung Harapan dengan wajah berseri.

Antusiasme serupa diungkapkan oleh seorang pemancing asal Tenggarong, Eko Tempe. Ia mengaku sengaja datang setelah melihat viralnya spot memancing di desa ini. “Ikan pepuyu di sini besar-besar dan masih banyak. Saya harap ini bisa terus dijaga kelestariannya,” katanya.

Namun, di balik kebahagiaan tersebut, Eko juga menyampaikan harapan sekaligus kekhawatiran. Ia berpesan agar kekayaan alam ini bisa dinikmati secara berkelanjutan. “Saya berharap masyarakat, baik warga maupun pemancing, tidak menangkap ikan dengan cara yang merusak, seperti diracun atau disetrum. Mari kita jaga bersama agar anak cucu kita nanti masih bisa merasakan hal yang sama,” imbaunya.

Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat mengelola fenomena ini dengan bijak. Pengaturan aktivitas memancing, sosialisasi penangkapan ikan yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi warga perlu dioptimalkan agar Desa Tanjung Harapan tak sekadar menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar bisa menjadi contoh destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang baik, popularitas Desa Tanjung Harapan sebagai “surga pemancing Jukut Puyu” bukan hanya akan mengangkat nama desa, tetapi juga membawa kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh warganya. (and)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version