sekitarkaltim.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat fondasi ideologi generasi muda dengan mengusung pendekatan baru dalam pendidikan Pancasila yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Selasa (7/4), dengan melibatkan para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai materi hafalan di ruang kelas, melainkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang mampu bertahan di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial. Pemerintah menilai, tantangan era digital menuntut sistem pendidikan untuk lebih kontekstual agar peserta didik dapat memahami relevansi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti pentingnya transformasi metode pembelajaran agar Pendidikan Pancasila tidak lagi bersifat kaku dan dogmatis. Ia memandang bahwa pendekatan yang lebih interaktif dan dikaitkan dengan isu-isu aktual akan membuat siswa lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Dalam pandangannya, Pancasila harus hadir sebagai ruang diskusi yang hidup di dalam kelas, sehingga mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan esensi sebagai ideologi bangsa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial perlu menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai ini dinilai mampu membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi dinamika global. Keberhasilan pendidikan karakter tersebut juga sangat bergantung pada sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai yang diajarkan benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi, menjelaskan bahwa penguatan ideologi merupakan bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Ia memandang bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di ruang digital, guna menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi. Pancasila disebut sebagai landasan utama dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Implementasi Pendidikan Pancasila sendiri merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 yang mewajibkan mata pelajaran ini diajarkan di seluruh jenjang pendidikan. Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan BPIP, pemerintah berharap para guru mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inklusif, kreatif, dan relevan.
Dengan pendekatan yang lebih kekinian, generasi muda diharapkan tidak hanya unggul secara digital, tetapi juga memiliki integritas serta semangat kebangsaan yang kuat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DKI Jakarta untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan nilai-nilai luhur bangsa sebagai pijakan utama.
