Beranda NASIONAL Sedimentasi Parah, Pemkab Gunungkidul Lakukan Pengerukan Sungai Oyo

Sedimentasi Parah, Pemkab Gunungkidul Lakukan Pengerukan Sungai Oyo

0

sekitarkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Anakan Kali Oyo yang berada di wilayah Kelurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi, terutama saat intensitas hujan meningkat dan berdampak pada terputusnya akses jalan serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Kegiatan normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang selama ini disampaikan melalui forum perencanaan pembangunan desa. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat sedimentasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, hingga menyebabkan pendangkalan signifikan pada alur sungai. Kondisi ini membuat kapasitas tampung air berkurang drastis dan memperbesar risiko luapan air ke permukiman warga.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai bahwa pengerukan ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Ia menjelaskan bahwa sedimentasi yang terjadi selama kurang lebih 36 tahun telah mengubah struktur dasar sungai, sehingga aliran air tidak lagi optimal dan berpotensi menimbulkan bencana saat musim penghujan.

Selain pengerukan material endapan, tim teknis juga melakukan penataan pada titik pertemuan arus sungai. Upaya ini dilakukan dengan memotong dan merapikan bagian tempuran agar aliran air tidak langsung menghantam tanggul di sisi tertentu yang berdekatan dengan permukiman dan jalan raya. Penanganan tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan air pada tanggul serta meminimalisasi risiko kerusakan infrastruktur.

Proyek normalisasi ini difokuskan pada sepanjang 100 meter aliran sungai dan ditargetkan rampung dalam waktu sepuluh hari kerja. Meskipun kewenangan pengelolaan Sungai Anakan Kali Oyo berada di bawah Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap aktif berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, guna memastikan proses pengerjaan berjalan optimal.

Setelah proses normalisasi selesai, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Warga diminta untuk tidak memanfaatkan bantaran sungai sebagai area tanam, terutama untuk tanaman yang dapat menghambat aliran air. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya permasalahan serupa di masa mendatang.

Selain itu, kegiatan rutin seperti kerja bakti dan program kebersihan lingkungan diharapkan terus digalakkan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi sungai. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version