sekitarkaltim.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai merespons keluhan masyarakat terkait debu yang selama ini mengganggu aktivitas warga di ruas Jalan Aroepala dengan melakukan pengaspalan sebagai langkah perbaikan infrastruktur. Penanganan ini dilakukan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel dengan pengerjaan pengaspalan lapis dasar yang dimulai pada Jumat malam, 18 April 2026.
Langkah pengerjaan pada malam hari dipilih sebagai strategi untuk mempercepat proses perbaikan sekaligus mengurangi dampak kemacetan yang biasanya terjadi pada siang hari. Ruas yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Aroepala dengan panjang sekitar 300 meter, yang selama ini menjadi titik keluhan utama warga akibat kondisi jalan berdebu.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pengaspalan lapis dasar dengan ketebalan sekitar 6 sentimeter. Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut merupakan solusi awal untuk mengatasi persoalan debu yang timbul akibat kondisi jalan yang belum optimal. Dengan adanya perbaikan ini, pemerintah daerah menargetkan adanya perubahan signifikan terhadap kualitas udara di sekitar lokasi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengaspalan tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat. Aktivitas warga yang sebelumnya terganggu oleh debu diharapkan dapat kembali berjalan normal dengan kondisi jalan yang lebih baik. Pemerintah juga menilai bahwa perbaikan ini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas dan keselamatan pengguna jalan.
Pengerjaan hingga malam hari disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya percepatan ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas jalan di berbagai wilayah.
Selain itu, pemerintah memastikan seluruh proses pengerjaan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang. Koordinasi lintas pihak terus dilakukan untuk memastikan kelancaran proyek serta meminimalisir hambatan di lapangan.
Langkah pengaspalan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berupaya merespons aspirasi masyarakat dengan tindakan nyata. Perbaikan yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan debu, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kualitas hidup warga yang beraktivitas di kawasan Aroepala.




