sekitarkaltim.com – Pemerintah Prancis mengumumkan terjadinya kebocoran data yang melibatkan sekitar 1,2 juta rekening bank setelah basis data nasional perbankan diakses secara ilegal. Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis pada Rabu (18/2) menyampaikan bahwa sistem yang menyimpan informasi rekening bank di seluruh negeri telah menjadi sasaran peretasan oleh pihak tidak berwenang.
Hasil investigasi Direktorat Jenderal Keuangan Publik mengungkap bahwa sejak akhir Januari lalu, seorang “pelaku kejahatan” menggunakan kredensial curian milik seorang pejabat untuk mengakses sebagian basis data nasional tersebut. Sistem itu mencatat seluruh rekening bank yang dibuka di lembaga keuangan di Prancis, lengkap dengan data pribadi seperti detail perbankan, identitas pemilik rekening, alamat, serta dalam kondisi tertentu nomor identifikasi pajak pengguna.
Informasi mengenai insiden tersebut, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Rabu (18/2), merujuk pada pernyataan resmi Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis. Otoritas menegaskan bahwa setelah aktivitas ilegal terdeteksi, langkah cepat langsung diterapkan untuk membatasi akses sistem, menghentikan penyusupan, serta mengurangi jumlah data yang dapat diakses atau diambil tanpa izin.
Pemerintah juga memastikan telah memperkuat pengamanan internal guna mencegah potensi akses lanjutan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga integritas sistem keuangan nasional sekaligus melindungi data sensitif milik masyarakat.
Lembaga-lembaga perbankan di seluruh Prancis telah diinformasikan terkait insiden tersebut. Otoritas mendorong pihak bank agar mengimbau nasabah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas mencurigakan, termasuk potensi penyalahgunaan data pribadi.
Kasus kebocoran data ini menjadi perhatian serius karena menyangkut infrastruktur informasi finansial berskala nasional. Pemerintah Prancis menegaskan komitmennya untuk melanjutkan investigasi secara menyeluruh, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, serta memperkuat sistem keamanan siber demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
