sekitarkaltim.com – Ramainya isu di media sosial yang menyebut nama Syahariah Mas’ud masuk dalam bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur akhirnya mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan. Anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2024–2029 itu menegaskan bahwa kabar dirinya akan maju dalam pemilihan Ketua KONI Kaltim masa bakti 2026–2030 tidak benar dan hanya sebatas informasi hoaks yang berkembang di tengah masyarakat.
Nama Syahariah belakangan memang menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengaitkannya dengan persaingan menuju kursi pimpinan organisasi olahraga terbesar di Kaltim tersebut. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai salah satu figur kuat yang dinilai berpotensi ikut meramaikan kontestasi pemilihan Ketua KONI Kaltim.
Namun, Syahariah memastikan dirinya tidak memiliki keinginan untuk maju maupun terlibat dalam perebutan posisi tersebut. Ia mengaku memahami kapasitas dan fokusnya saat ini sehingga memilih tidak masuk ke ranah kepemimpinan organisasi olahraga.
Menurutnya, masih banyak tokoh lain yang lebih layak dan memiliki kompetensi untuk membawa prestasi olahraga Kalimantan Timur berkembang lebih baik ke depan. Karena itu, ia memilih memberikan dukungan kepada siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI Kaltim.
Syahariah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ia berharap isu yang berkembang di media sosial tidak menimbulkan spekulasi liar yang dapat mengganggu suasana menjelang pemilihan Ketua KONI Kaltim.
Di sisi lain, dinamika menuju pemilihan Ketua KONI Kaltim memang mulai memanas. Sejumlah nama dikabarkan mulai melakukan komunikasi dan membangun dukungan dari berbagai kalangan olahraga maupun organisasi terkait. Beberapa figur yang disebut mulai aktif dalam bursa calon di antaranya Alwy, Andre, dan Sapto.
Kemunculan nama Syahariah sebelumnya sempat memicu berbagai tanggapan publik, termasuk dikaitkan dengan isu dinasti politik karena adanya anggota keluarga yang menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun lembaga politik. Meski demikian, Syahariah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki agenda untuk ikut dalam kontestasi tersebut.
Ia berharap proses pemilihan Ketua KONI Kaltim dapat berjalan sehat, terbuka, dan lebih mengedepankan kualitas serta kemampuan calon dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, kepemimpinan di KONI Kaltim membutuhkan figur yang benar-benar siap menghadapi tantangan besar dalam membina atlet dan memajukan olahraga di Benua Etam.
