sekitarkaltim.com – Sebanyak 280 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) tahun 2025. Seluruh peserta dinyatakan lulus dalam seremoni penutupan yang digelar di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat, 10 April 2026, menandai awal langkah baru mereka sebagai aparatur sipil negara yang siap terjun ke dunia kerja.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui sambutan tertulis gubernur yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda, Sunarti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Penghargaan juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk instansi pengirim peserta, yang dinilai berkontribusi dalam proses pembinaan CPNS agar lebih siap menghadapi tugas pemerintahan.
Peserta Latsar berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, dengan rincian Kabupaten Lamandau sebanyak 169 orang, Kabupaten Katingan 58 orang, dan Kabupaten Seruyan 53 orang. Mereka tergabung dalam Golongan II Angkatan III serta Golongan III Angkatan VI hingga XI, yang selama pelatihan telah mendapatkan pembekalan terkait nilai dasar dan kompetensi sebagai aparatur negara.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah menekankan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan administratif, melainkan proses penting dalam pembentukan karakter ASN. Para CPNS dipandang telah ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi kompleksitas birokrasi yang terus berkembang. Penekanan juga diberikan pada pentingnya kesiapan mental dan etika kerja dalam menjalankan tugas di tengah dinamika pelayanan publik.
Seiring dengan berakhirnya pelatihan, para lulusan kini dihadapkan pada tantangan nyata di lingkungan kerja. Birokrasi modern menuntut aparatur untuk bergerak cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Perubahan yang terjadi di berbagai sektor mengharuskan ASN tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan solusi yang efektif.
Pemerintah daerah sendiri tengah mendorong transformasi melalui digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta percepatan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, para CPNS diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan menghadirkan ide-ide baru dan meningkatkan kualitas layanan di unit kerja masing-masing.
Selain itu, penguatan karakter unggul juga menjadi perhatian utama. CPNS dituntut memiliki pola pikir terbuka, sikap profesional, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas sekaligus menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
Dengan selesainya Latsar ini, para CPNS diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai yang telah diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik kerja sehari-hari. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja birokrasi, tetapi juga mendorong percepatan reformasi birokrasi di Kalimantan Tengah.




