Beranda NASIONAL Tak Sekadar Gizi, Program MBG di Gorontalo Diarahkan Dongkrak Ekonomi

Tak Sekadar Gizi, Program MBG di Gorontalo Diarahkan Dongkrak Ekonomi

0

sekitarkaltim.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat semata, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata dan berkelanjutan.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam rapat pimpinan yang digelar secara virtual pada pertengahan April 2025, menekankan pentingnya membangun ekosistem SPPG yang terintegrasi dengan sektor ekonomi lokal, khususnya pertanian. Ia mengarahkan agar pengadaan bahan pangan dalam program tersebut tidak lagi bergantung pada pasar umum, melainkan langsung melibatkan petani sebagai pemasok utama.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak program MBG, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima gizi, tetapi juga oleh para pelaku usaha di sektor hulu seperti petani. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda yang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal.

Lebih lanjut, Gusnar Ismail juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dalam implementasi SPPG. Ia menilai bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sistem pengawasan yang baik dan koordinasi lintas sektor yang solid. Dalam hal ini, pengawasan pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Salah satunya melalui penyaluran bantuan benih sayuran kepada sembilan kelompok tani yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dan Bone Bolango.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai pasok program MBG. Dengan keterlibatan langsung petani, stabilitas pasokan bahan pangan diharapkan lebih terjamin dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Di sisi lain, Idah Syahidah Rusli Habibie juga melakukan pemantauan langsung terhadap implementasi SPPG di sejumlah daerah, termasuk di luar provinsi seperti Cianjur. Dari hasil pemantauan tersebut, ia menilai bahwa pengelolaan program yang baik, termasuk penyajian makanan yang sederhana namun menarik, mampu meningkatkan minat konsumsi penerima manfaat, terutama kalangan pelajar.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan program MBG melalui SPPG dapat menjadi instrumen ganda, yakni sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi berbasis lokal. Dengan dukungan tata kelola yang lebih terarah, integrasi sektor pertanian, serta pengawasan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version