Rabu, Oktober 7, 2026
spot_img
BerandaDAERAHUniversitas Mulia Sebut Gratispol Kurangi Beban Ekonomi Mahasiswa

Universitas Mulia Sebut Gratispol Kurangi Beban Ekonomi Mahasiswa

sekitarkaltim.com – Program pendidikan gratis bertajuk Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dirasakan manfaatnya oleh ribuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulia Balikpapan. Kehadiran program tersebut dinilai mampu membantu mahasiswa mengurangi beban biaya kuliah sekaligus mencegah angka putus kuliah akibat persoalan ekonomi.

Universitas Mulia mencatat antusiasme mahasiswa terhadap program ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun akademik 2025, kampus tersebut mengusulkan sekitar 1.500 mahasiswa sebagai penerima manfaat Gratispol. Jumlah itu meningkat dibanding kuota sebelumnya yang berada di kisaran 1.200 mahasiswa.

Ketua Satgas Gratispol Universitas Mulia, Sumardi, menjelaskan sebelum program berjalan cukup banyak mahasiswa yang terpaksa mengambil cuti kuliah hingga berhenti karena kesulitan membayar biaya pendidikan. Menurutnya, kehadiran Gratispol menjadi solusi nyata untuk membantu mahasiswa tetap menyelesaikan studi tanpa terbebani persoalan finansial.

Program Gratispol sendiri memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima bantuan. Salah satunya mahasiswa wajib berdomisili di Kalimantan Timur minimal tiga tahun. Selain itu, terdapat batas usia penerima bantuan, yakni maksimal 25 tahun untuk mahasiswa jenjang sarjana atau S1. Sementara untuk jenjang magister dan doktor umumnya dibatasi hingga usia 35 tahun.

Khusus bagi dosen dan tenaga pendidik yang ingin melanjutkan pendidikan, pemerintah memberikan kelonggaran usia hingga 40 sampai 45 tahun. Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Bantuan yang diberikan melalui program Gratispol juga disesuaikan dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masing-masing program studi. Untuk jurusan umum seperti ekonomi, hukum, dan komunikasi, bantuan rata-rata mencapai Rp5 juta per semester. Sementara program farmasi memperoleh bantuan sekitar Rp7,5 juta per semester.

Nominal bantuan lebih besar diberikan kepada mahasiswa kedokteran yang mencapai Rp15 juta per semester, sedangkan untuk pendidikan dokter spesialis dapat mencapai Rp20 juta per semester. Bantuan tersebut diberikan hingga delapan semester atau sampai mahasiswa menyelesaikan masa studi normalnya.

Meski program berjalan cukup baik, pihak kampus masih menghadapi sejumlah kendala administratif. Salah satunya masih ditemukan mahasiswa yang belum melengkapi data pada sistem pendaftaran daring Gratispol. Kondisi itu membuat pencairan dana bantuan terhambat karena administrasi yang belum lengkap tidak dapat diproses.

Universitas Mulia terus melakukan pendampingan kepada mahasiswa penerima bantuan agar tetap aktif mengikuti perkuliahan serta segera melapor apabila mengalami kendala akademik maupun administrasi. Pihak kampus juga menilai pengelolaan anggaran Gratispol kini semakin tertata dibanding awal pelaksanaan program.

Pemerintah daerah disebut mulai menyiapkan alokasi anggaran untuk tahun berikutnya agar program bantuan pendidikan tersebut tetap berjalan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di Kalimantan Timur.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments