Rabu, Oktober 7, 2026
spot_img
BerandaINTERNASIONALMeski Tersingkir, Norwegia, Mesir, dan Tanjung Verde Tetap Jadi Kebanggaan Negaranya

Meski Tersingkir, Norwegia, Mesir, dan Tanjung Verde Tetap Jadi Kebanggaan Negaranya

sekitarkaltim.com – Piala Dunia 2026 memang hanya akan menghasilkan satu juara. Namun, bagi sejumlah negara yang sukses melampaui ekspektasi, perjalanan mereka di turnamen empat tahunan itu sudah cukup untuk dikenang sebagai pencapaian bersejarah. Norwegia, Mesir, dan Tanjung Verde menjadi tiga negara yang merasakan euforia luar biasa saat para pemain kembali ke tanah air, meski gagal mengangkat trofi juara.

Norwegia menjadi salah satu tim yang paling mencuri perhatian sepanjang turnamen. Setelah absen selama 28 tahun sejak tampil di Piala Dunia 1998, skuad yang dipimpin Martin Odegaard berhasil menorehkan sejarah dengan melaju hingga babak perempat final untuk pertama kalinya. Langkah mereka baru terhenti setelah kalah tipis 1-2 dari Inggris, tetapi hasil tersebut justru memicu gelombang kebanggaan nasional.

Sekitar 100 ribu warga memadati pusat Kota Oslo untuk menyambut kepulangan tim nasional pada Senin (13/7/2026) waktu setempat. Antusiasme masyarakat bahkan sudah terlihat sebelum pesawat mendarat. Berdasarkan laporan media Norwegia, Verdens Gang (VG), lebih dari 100 ribu orang memantau perjalanan pesawat melalui aplikasi Flightradar24. Nama penerbangan tersebut juga sempat diubah menjadi “Ro Ro Ro Ro Airlines”, mengacu pada yel-yel Viking Row yang menjadi simbol perjuangan Norwegia sepanjang Piala Dunia 2026.

Meski penerbangan mengalami keterlambatan sekitar empat jam, ribuan suporter tetap bertahan di sejumlah titik utama seperti Slottsplassen, Karl Johans gate, hingga Balai Kota Oslo. Sebelum bertemu masyarakat, seluruh pemain lebih dahulu menerima undangan dari Raja Harald V di Istana Kerajaan.

Suasana semakin meriah ketika para pemain melakukan tradisi Viking Row bersama puluhan ribu pendukung. Putra Mahkota Haakon bahkan ikut memimpin tabuhan drum yang mengiringi nyanyian khas suporter Norwegia. Odegaard mengaku seluruh pemain tidak pernah membayangkan akan mendapatkan sambutan sebesar itu. Menurutnya, dukungan yang diberikan masyarakat jauh melampaui ekspektasi dan menjadi momen yang akan selalu dikenang.

Euforia serupa juga dirasakan Mesir yang mencatat perjalanan terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia. Tim berjuluk The Pharaohs sukses meraih kemenangan perdana di ajang tersebut sekaligus menembus babak gugur untuk pertama kalinya sejak tampil pada edisi 1934.

Perjalanan Mesir berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar. Meski demikian, ribuan pendukung tetap memadati Bandara Internasional El Alamein pada Jumat (10/7) untuk menyambut Mohamed Salah dan rekan-rekannya. Para suporter mengibarkan bendera Mesir dan Palestina sebagai bentuk dukungan dalam penyambutan tersebut.

Penghormatan kepada skuad Mesir berlanjut sehari kemudian ketika Presiden Abdel Fattah el-Sisi menerima seluruh pemain, pelatih, dan staf di Istana Kepresidenan. Pemerintah Mesir juga menganugerahkan Order of Merit, penghargaan tertinggi negara, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian bersejarah yang berhasil mereka ukir di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Tanjung Verde juga merasakan kebanggaan nasional yang luar biasa. Negara kepulauan dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa tersebut sukses mencatat sejarah sebagai negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia.

Performa mereka bahkan nyaris menghadirkan kejutan besar ketika mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina sebelum akhirnya kalah 2-3 melalui babak perpanjangan waktu.

Momen kepulangan skuad asuhan Pedro “Bubista” Brito bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde pada 5 Juli. Ribuan warga memadati ibu kota Praia dalam suasana yang menyerupai pesta nasional untuk menyambut para pemain yang dinilai telah mengharumkan nama negara di panggung dunia.

Presiden Jose Maria Neves menilai perjuangan tim nasional telah memberikan kebanggaan besar bagi rakyat Tanjung Verde. Menurutnya, meski Argentina keluar sebagai pemenang di lapangan, keberhasilan Tanjung Verde menembus babak gugur telah menjadi kemenangan yang sesungguhnya bagi seluruh bangsa.

Piala Dunia 2026 pun membuktikan bahwa ukuran kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh trofi juara. Bagi Norwegia, Mesir, dan Tanjung Verde, keberhasilan melampaui batas sejarah sepak bola nasional sudah cukup untuk menyatukan jutaan pendukung dan menghadirkan perayaan yang tak kalah meriah dibandingkan negara yang berhasil menjadi kampiun dunia.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments