sekitarkaltim.com – Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) resmi menunjuk legenda sepak bola negaranya, Diego Forlan, sebagai pelatih interim tim nasional Uruguay menggantikan Marcelo Bielsa yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 30 Juni 2026. Penunjukan ini menjadi langkah cepat AUF untuk menjaga stabilitas tim menjelang agenda internasional yang padat hingga awal tahun depan.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AUF, Ignacio Alonso. Menurutnya, Forlan akan mengemban tugas sebagai pelatih sementara tim nasional senior Uruguay hingga Maret 2027. Selain itu, mantan penyerang Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid, dan Inter Milan tersebut juga dipercaya menangani timnas Uruguay U-20 sebagai bagian dari proyek pembinaan jangka menengah federasi.
Ignacio menjelaskan bahwa pemilihan Forlan bukan keputusan yang muncul secara mendadak. AUF telah menjalin komunikasi dengan mantan bintang La Celeste tersebut sejak 2022 sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk melibatkannya dalam struktur sepak bola nasional. Kini, setelah kursi pelatih utama ditinggalkan Bielsa, AUF menilai Forlan sebagai sosok yang tepat untuk mengisi posisi tersebut sambil menunggu penunjukan pelatih permanen.
Selama masa tugasnya, Forlan dijadwalkan memimpin Uruguay dalam sedikitnya delapan pertandingan. Rangkaian laga tersebut mencakup agenda FIFA Matchday pada September, Oktober, dan November 2026, serta beberapa pertandingan persahabatan internasional yang berlangsung hingga Maret 2027. Jadwal tersebut menjadi kesempatan bagi AUF untuk mengevaluasi performa tim sekaligus menilai kemampuan Forlan sebagai pelatih di level internasional.
Presiden AUF juga mengungkapkan bahwa Forlan menyambut penunjukan tersebut dengan penuh antusias. Semangat dan komitmen mantan peraih Golden Ball Piala Dunia 2010 itu diyakini dapat memberikan energi baru bagi skuad Uruguay yang tengah memasuki fase regenerasi setelah tampil di Piala Dunia 2026.
Meski lebih dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Uruguay, Forlan sebenarnya telah memiliki pengalaman di dunia kepelatihan. Kariernya sebagai pelatih dimulai pada 2020 saat menangani klub raksasa Uruguay, Peñarol, meski hanya berlangsung selama 11 pertandingan. Setahun berselang, ia melatih Atenas de San Carlos yang berlaga di Divisi Kedua Uruguay dan memimpin tim tersebut dalam 12 pertandingan.
Kini, tantangan yang dihadapi Forlan jauh lebih besar. Selain menjaga performa tim senior di berbagai laga internasional, ia juga dituntut berkontribusi dalam pengembangan talenta muda melalui timnas U-20. Kepercayaan ganda yang diberikan AUF menunjukkan keyakinan federasi terhadap kapasitas mantan striker berusia 47 tahun tersebut untuk membantu membangun fondasi masa depan sepak bola Uruguay.
Meski statusnya masih sebagai pelatih interim, penampilan Uruguay dalam beberapa bulan ke depan berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi AUF dalam menentukan arah kepelatihan tim nasional. Apabila mampu membawa hasil positif dan menunjukkan perkembangan permainan yang menjanjikan, bukan tidak mungkin Diego Forlan akan masuk dalam daftar kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih kepala secara permanen.




