sekitarkaltim.com – Alexis Sanchez resmi melanjutkan kariernya di Major League Soccer (MLS) setelah CF Montreal mengumumkan perekrutan penyerang asal Chili tersebut sebagai Designated Player pada Rabu (12/8/2026) waktu setempat. Kepindahan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang Sanchez di sepak bola Eropa yang telah berlangsung selama 18 tahun.
Sanchez bergabung dengan CF Montreal setelah sebelumnya memperkuat Sevilla di kompetisi LaLiga. Pada musim terakhirnya bersama klub Spanyol tersebut, pemain berusia 37 tahun itu mencatatkan empat gol dan dua assist dari 30 penampilan di seluruh kompetisi.
CF Montreal mengikat Sanchez hingga Mei 2027. Kesepakatan tersebut mencakup sisa kompetisi MLS musim 2026 serta periode sprint season yang dijadwalkan berlangsung pada paruh pertama 2027. Klub asal Kanada itu juga memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Sanchez selama satu tahun hingga musim 2027/2028.
Bagi Sanchez, kepindahan ke MLS menjadi babak baru setelah menjalani karier panjang bersama sejumlah klub besar Eropa. Ia menyambut kesempatan tersebut sebagai tantangan baru sekaligus ingin memberikan pengalaman dan kontribusi bagi CF Montreal. Sanchez juga menyatakan rasa terima kasih atas kepercayaan klub serta keinginannya membantu tim mencapai target dan menciptakan momen berkesan bagi para pendukung.
Perjalanan profesional Sanchez dimulai bersama Cobreloa di Chili pada 2005. Setelah itu, ia sempat memperkuat River Plate sebelum menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Barcelona kemudian menjadi salah satu titik penting dalam kariernya setelah Sanchez bergabung pada 2011 dan menjadi pemain Chili pertama yang memperkuat klub Catalunya tersebut.
Bersama Barcelona, Sanchez ikut merasakan berbagai kesuksesan. Pada tahun pertamanya, ia membantu klub memenangkan Supercopa de Espana, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup. Setahun kemudian, Sanchez turut mengantarkan Barcelona meraih Copa del Rey. Ia kembali meraih gelar LaLiga dan Supercopa de Espana pada 2013.
Pada 2014, Sanchez pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Arsenal. Selama memperkuat The Gunners, ia menjadi salah satu pemain penting di lini depan dan ikut membawa klub memenangkan Piala FA pada 2015 dan 2017. Sanchez juga meraih tiga trofi FA Community Shield pada 2014, 2015, dan 2017.
Penampilan impresifnya bersama Arsenal turut mendapatkan pengakuan individu. Sanchez masuk dalam Premier League Team of the Year untuk musim 2014/2015 dan dua kali mendapatkan penghargaan Arsenal Player of the Year, masing-masing pada musim 2014/2015 dan 2016/2017.
Petualangan Sanchez kemudian berlanjut ke Italia bersama Inter Milan. Di klub tersebut, ia menjadi bagian dari skuad yang meraih sejumlah trofi domestik. Sanchez tercatat ikut memenangkan Serie A pada musim 2020/2021 dan 2023/2024, Supercoppa Italiana pada 2021/2022 dan 2023/2024, serta Coppa Italia pada 2021/2022. Ia juga membantu Inter Milan mencapai final Liga Europa pada 2020.
Di level internasional, Sanchez merupakan salah satu figur utama generasi emas sepak bola Chili. Ia membantu tim nasional negaranya meraih dua gelar Copa America secara beruntun pada 2015 dan 2016. Sanchez juga menjadi bagian dari skuad Chili yang mencapai final FIFA Confederations Cup 2017.
Rekam jejaknya bersama tim nasional semakin memperkuat status Sanchez sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Chili. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional Chili, yakni 168 caps, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 51 gol.
Secara keseluruhan, Sanchez telah mencatat lebih dari 800 penampilan dan lebih dari 200 gol di level klub sepanjang kariernya. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga yang diharapkan dapat membantu CF Montreal, terutama ketika klub sedang berusaha memperbaiki performanya di MLS.
Kehadiran Sanchez juga dinilai dapat memberikan tambahan pengalaman, kualitas teknis, dan kepemimpinan bagi skuad Montreal. Manajemen klub memandang kedatangan mantan pemain Barcelona, Arsenal, Manchester United, dan Inter Milan tersebut sebagai bagian penting dari proyek olahraga mereka.
CF Montreal saat ini masih berada di papan bawah klasemen MLS Wilayah Timur. Klub tersebut menempati posisi kedua dari bawah dengan koleksi 16 poin dari 18 pertandingan. Kehadiran Sanchez diharapkan dapat memberikan perubahan positif, baik dari sisi pengalaman di ruang ganti maupun kontribusi di atas lapangan.
Laga melawan DC United pada 16 Agustus 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi CF Montreal untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun, debut Sanchez dan kontribusinya bersama klub barunya tentu akan menjadi perhatian tersendiri setelah perjalanan panjang sang penyerang di Eropa resmi berakhir.
Bagi Sanchez, MLS kini menjadi panggung baru untuk melanjutkan karier profesionalnya. Setelah merasakan atmosfer kompetisi di Amerika Selatan, Spanyol, Inggris, Italia, dan berbagai level sepak bola internasional, kepindahannya ke CF Montreal membuka kesempatan bagi sang pemain untuk menambah babak baru dalam perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.




