sekitarkaltim.com – Kebakaran hebat kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Peristiwa yang terjadi di Jalan AM Sangaji, RT 07, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.00 Wita itu menghanguskan delapan rumah dan menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Selain kerugian material yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) atau sekitar 50 jiwa kini harus mencari tempat berteduh sementara.
Kebakaran bermula ketika api tiba-tiba muncul dari salah satu rumah warga dan dengan cepat membesar. Kondisi permukiman yang padat serta sebagian besar bangunan yang masih berbahan kayu membuat kobaran api dengan mudah merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga yang terbangun akibat teriakan meminta pertolongan langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menjelaskan bahwa laporan kebakaran segera diterima petugas setelah api mulai membesar. Sejumlah armada pemadam langsung diterjunkan ke lokasi dan proses pemadaman dipimpin langsung olehnya. Berdasarkan pendataan awal, sedikitnya delapan rumah dilaporkan habis terbakar, sementara dua hingga tiga bangunan lain mengalami dampak akibat kobaran api yang merambat dengan cepat.
Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkarmatan Kukar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Kutai Kartanegara, Satpol PP, Kodim 0906/Kukar, hingga para relawan pemadam kebakaran dari berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda. Sinergi berbagai pihak tersebut akhirnya berhasil mengendalikan api setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam.
Salah seorang warga setempat mengaku terbangun karena mendengar suara teriakan dari luar rumah. Saat keluar, ia melihat api sudah membesar di bagian belakang salah satu rumah warga dan dalam waktu singkat merambat ke bangunan lain. Situasi yang berlangsung pada dini hari membuat kepanikan tidak dapat dihindari, terutama karena warga harus menyelamatkan diri sekaligus berusaha mengamankan harta benda yang masih bisa diselamatkan.
Lurah Baru, Bayu Ramanda, menyampaikan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan sedikitnya 15 kepala keluarga atau sekitar 50 orang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, nilai kerugian material diperkirakan melebihi Rp2 miliar. Pemerintah kelurahan bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan terhadap para korban guna memastikan kebutuhan dasar mereka dapat segera dipenuhi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau ketika kondisi cuaca cenderung lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor dan peralatan yang menggunakan api telah dimatikan setelah digunakan, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Aparat juga terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak serta menyalurkan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.




