sekitarkaltim.com – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi penutup perjalanan panjang Cristiano Ronaldo di panggung sepak bola terbesar dunia. Portugal harus mengakhiri langkahnya setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol pada pertandingan yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Senin (6/7) sore waktu setempat atau Selasa (7/7) WIB. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi penampilan terakhir Ronaldo di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya memastikan bahwa edisi 2026 merupakan turnamen terakhirnya.
Laga bertajuk Derby Iberia itu berlangsung sengit sejak menit awal. Portugal berusaha mengimbangi permainan Spanyol yang tampil dominan dalam penguasaan bola. Cristiano Ronaldo tetap dipercaya sebagai ujung tombak dan beberapa kali terlibat dalam upaya membongkar pertahanan lawan. Namun hingga pertandingan memasuki masa injury time, kedua tim belum mampu mencetak gol.
Harapan Portugal untuk melanjutkan langkah ke perempat final akhirnya pupus setelah Mikel Merino mencetak gol penentu kemenangan Spanyol pada menit-menit akhir pertandingan. Gol tersebut memastikan Spanyol melangkah ke delapan besar, sementara Portugal harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Bagi Cristiano Ronaldo, pertandingan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar hasil pertandingan. Di usia 41 tahun, ia menutup kiprahnya di Piala Dunia setelah tampil dalam enam edisi berbeda, mulai dari Jerman 2006 hingga Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko 2026. Pencapaian itu menjadikannya sebagai salah satu dari sedikit pemain dalam sejarah yang mampu tampil di enam putaran final Piala Dunia.
Selama enam edisi tersebut, Ronaldo mencatatkan 27 penampilan bersama Portugal dengan koleksi 11 gol. Ia juga menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol pada lima edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor yang semakin mengukuhkan namanya dalam sejarah sepak bola internasional.
Meski gagal membawa Portugal meraih trofi Piala Dunia, perjalanan Ronaldo bersama tim nasional tetap dipenuhi berbagai pencapaian bersejarah. Ia sukses mengantarkan Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional level tim nasional.
Usai pertandingan melawan Spanyol, Ronaldo menegaskan bahwa perjalanan kariernya di Piala Dunia memang telah berakhir sesuai rencana. Namun, ia belum ingin terburu-buru mengambil keputusan mengenai masa depannya bersama tim nasional Portugal. Sang kapten memilih menikmati momen tersebut terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
Kepergian Cristiano Ronaldo dari panggung Piala Dunia menandai berakhirnya sebuah era. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi ikon Portugal sekaligus salah satu wajah utama sepak bola dunia. Meski impian mengangkat trofi Piala Dunia belum berhasil diwujudkan, dedikasi, konsistensi, serta berbagai rekor yang ditorehkannya dipastikan akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah turnamen paling bergengsi di dunia.




