Rabu, Oktober 7, 2026
spot_img
BerandaDAERAHDugaan Eksploitasi Hiu di Derawan Tuai Kecaman, Berau Divers Minta Pengawasan Diperketat

Dugaan Eksploitasi Hiu di Derawan Tuai Kecaman, Berau Divers Minta Pengawasan Diperketat

sekitarkaltim.com – Dugaan eksploitasi hiu di kawasan wisata bahari Pulau Derawan menuai kecaman dari komunitas penyelam Berau Divers. Kasus tersebut mencuat setelah petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kawasan Delta dan Perairan Sekitarnya (UPTD KKP3K KDPS) mengamankan sejumlah nelayan yang diduga menangkap dan membunuh hiu untuk dijadikan umpan pancing rawai di laut dalam.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 30 ekor tawny nurse shark, delapan ekor blacktip reef shark, serta dua ekor giant shovelnose ray. Temuan itu langsung memicu perhatian para pegiat konservasi karena satwa-satwa tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama di kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai spesies laut bernilai tinggi.

Ketua Berau Divers, Fitriani, menilai praktik eksploitasi hiu tersebut bertentangan dengan prinsip konservasi yang selama ini terus diupayakan di Kabupaten Berau. Menurutnya, keberadaan hiu kini semakin sulit dijumpai oleh para penyelam sehingga hilangnya puluhan individu dalam satu kejadian menjadi ancaman serius bagi kelestarian populasi di alam.

Ia berpandangan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan pembunuhan satwa yang memiliki nilai konservasi tinggi, termasuk untuk kepentingan meningkatkan hasil tangkapan ikan. Apabila satwa tersebut memiliki status perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, tindakan penangkapan dan pembunuhan dinilai tidak dapat dibenarkan.

Berau Divers juga mendorong agar dugaan pelanggaran tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya praktik serupa di kawasan konservasi laut.

Anggota Berau Divers, Hendra Pranata, turut mengapresiasi langkah cepat petugas UPTD KKP3K KDPS yang berhasil mengungkap dugaan eksploitasi hiu tersebut. Namun, menurutnya, keberhasilan penindakan harus diikuti dengan penguatan sistem pengawasan agar aktivitas serupa dapat dicegah sejak dini.

Ia menilai patroli laut di kawasan konservasi perlu dilakukan secara lebih intensif serta didukung dengan penambahan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan pengawasan yang lebih optimal, potensi pelanggaran terhadap satwa laut yang memiliki nilai konservasi dapat diminimalkan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih luas.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas dibandingkan hanya melakukan penindakan setelah satwa-satwa tersebut telanjur menjadi korban. Pengawasan yang efektif diyakini mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan konservasi.

Kasus dugaan eksploitasi hiu ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap sektor pariwisata bahari di Kabupaten Berau. Selama ini, Pulau Derawan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata selam unggulan di Indonesia yang menawarkan kekayaan biodiversitas bawah laut sebagai daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berkurangnya populasi hiu akibat praktik eksploitasi yang tidak bertanggung jawab dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan di laut sekaligus mengurangi daya tarik wisata selam. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata bahari.

Komunitas penyelam berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya perlindungan kawasan konservasi melalui peningkatan patroli, penegakan hukum, serta edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem laut agar kekayaan hayati Berau tetap terjaga untuk generasi mendatang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments