sekitarkaltim.com – Semangat menjaga kelestarian lingkungan mewarnai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Desa Loa Kulu Kota menggelar Aksi Bersih Desa yang dipusatkan di kawasan Taman Literasi Desa pada Sabtu (4/7) pagi. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong.
Aksi bersih-bersih dimulai sejak pukul 07.00 Wita diawali dengan apel bersama sebelum para peserta menyebar membersihkan berbagai area fasilitas umum di sekitar Taman Literasi Desa. Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.30 Wita dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, M Rizal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Menurutnya, pelaksanaan aksi lingkungan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Multi Harapan Utama (MHU) bersama sejumlah mitra kerja.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Momentum tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bahwa upaya pelestarian alam memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.
Selain mendapat dukungan dari perusahaan, kegiatan ini turut melibatkan berbagai instansi, termasuk personel Polsek Loa Kulu, Koramil Loa Kulu, serta sejumlah pihak lainnya yang ikut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga situasi keamanan di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Loa Kulu.
Ia menilai keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Aksi Bersih Desa tidak hanya sebatas melakukan pengamanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha, TNI, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menghadapi tantangan perubahan iklim global yang dampaknya mulai dirasakan hingga tingkat daerah. Melalui aksi sederhana seperti gotong royong membersihkan fasilitas umum, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Desa Loa Kulu Kota pun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong, mempererat kebersamaan antarwarga, serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.




