sekitarkaltim.com – Semangat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus tumbuh di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu contohnya terlihat di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, melalui Renny Pramita Oktaviana, seorang guru SDN 010 Tenggarong yang juga aktif menjalankan usaha rumahan bernama Renny Octa Foods.
Berlokasi di Jalan Long Apari RT 16 Nomor 53, Kelurahan Maluhu, Renny Octa Foods menghadirkan berbagai produk olahan makanan yang menyasar kebutuhan masyarakat dan pecinta kuliner rumahan. Usaha tersebut tidak hanya mengandalkan satu jenis produk, tetapi berkembang dengan menawarkan beragam pilihan makanan dan bahan olahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Salah satu produk yang menjadi andalan adalah aneka bumbu siap pakai. Renny Octa Foods menyediakan bumbu untuk berbagai hidangan, mulai dari soto, rawon, bakso, pecel, coto Makassar hingga konro. Produk tersebut tersedia dalam beberapa pilihan ukuran kemasan, yakni 300 gram, 500 gram dan 1 kilogram, dengan harga yang disesuaikan berdasarkan jenis serta ukuran produk.
Sebagai gambaran, bumbu coto Makassar kemasan 1 kilogram dipasarkan dengan harga Rp150 ribu. Sementara itu, bumbu pecel ukuran 300 gram dijual Rp25 ribu dan bumbu coto Makassar ukuran 500 gram dibanderol Rp60 ribu. Variasi ukuran tersebut memberikan pilihan kepada konsumen sesuai kebutuhan penggunaan maupun jumlah makanan yang akan diolah.
Selain memproduksi aneka bumbu, Renny Octa Foods juga menghasilkan keripik usus ayam secara mandiri. Produk camilan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi usaha yang dikembangkan Renny untuk memperluas pilihan produk olahan rumahan yang ditawarkan kepada pelanggan.
Pengembangan usaha juga dilakukan melalui sistem reseller. Renny turut memasarkan sejumlah produk dari pelaku usaha lain, di antaranya SIMON Sari Lemon Murni, Monrai yang merupakan minuman herbal berbahan rimpang, serta empek-empek ikan tenggiri khas Bontang. Pola tersebut membuat Renny Octa Foods tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan pemasaran berbagai produk UMKM.
Dalam memasarkan produknya, Renny memadukan penjualan secara online dengan sistem titip jual di sejumlah toko. Pemanfaatan pemasaran digital membantu memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas, sedangkan sistem titip jual memberikan kesempatan agar produk dapat ditemukan secara langsung oleh masyarakat.
Menjalankan usaha sekaligus berprofesi sebagai guru menjadi tantangan tersendiri. Namun, aktivitas mengajar tidak menghentikan langkah Renny untuk tetap mengembangkan kreativitas dan produktivitas melalui usaha berbasis rumahan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa profesi utama dan aktivitas kewirausahaan dapat berjalan berdampingan selama dikelola dengan baik.
Bagi Renny, pengembangan UMKM juga memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha rumahan di Kelurahan Maluhu yang berani mengembangkan kreativitas, menghasilkan produk sendiri, dan ikut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Renny juga mendorong agar pelaku UMKM di Maluhu yang telah memiliki produksi rumahan dapat terus mengembangkan berbagai jenis produk. Menurutnya, semakin beragam produk yang dihasilkan masyarakat, semakin besar pula peluang UMKM lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas.
Keberadaan Renny Octa Foods menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha dapat tumbuh dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan keterampilan, kreativitas, serta perkembangan pemasaran digital. Dengan memproduksi makanan sendiri sekaligus membantu memasarkan produk usaha lain, Renny berupaya menjadikan UMKM sebagai aktivitas produktif yang dapat terus berkembang di Kelurahan Maluhu, Tenggarong, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
