sekitarkaltim.com – Newcastle United resmi mengumumkan penunjukan Matthias Jaissle sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan Eddie Howe. Pelatih asal Jerman berusia 38 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dan langsung mulai menjalankan tugasnya setelah seluruh proses administrasi diselesaikan. Jaissle bahkan telah bergabung dengan skuad serta mengikuti pemusatan latihan pramusim Newcastle di La Manga, Spanyol, sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim 2026/2027.
Berdasarkan laporan ESPN, Newcastle harus mengeluarkan dana kompensasi lebih dari 9 juta pound sterling atau sekitar Rp216 miliar kepada Al Ahli untuk menebus kontrak Jaissle. Nilai tersebut muncul karena klub Arab Saudi itu baru saja memperpanjang kontrak sang pelatih pada September 2025 selama dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan.
Penunjukan Jaissle dilakukan dalam waktu yang cukup singkat menjelang dimulainya kompetisi Premier League. Newcastle hanya memiliki waktu sekitar dua pekan sebelum menjalani laga pembuka melawan Liverpool di St James’ Park pada 23 Agustus, sehingga adaptasi pelatih baru menjadi salah satu fokus utama klub.
Dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi Newcastle United, Jaissle mengaku merasa terhormat mendapatkan kesempatan memimpin salah satu klub besar di Eropa. Menurutnya, sejarah panjang, identitas klub, serta dukungan suporter yang begitu kuat menjadi daya tarik tersendiri. Ia juga menilai proyek jangka panjang yang sedang dibangun Newcastle menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut. Perkembangan klub dalam beberapa tahun terakhir dinilai menunjukkan arah yang jelas sehingga membuatnya optimistis menyambut tantangan baru di Premier League.
Jaissle datang ke St James’ Park dengan catatan prestasi yang cukup impresif. Sebelum melatih Al Ahli, ia sukses membawa RB Salzburg meraih dua gelar Liga Austria secara beruntun. Setelah hijrah ke Liga Pro Arab Saudi pada 2023, kariernya terus menanjak dengan mempersembahkan dua gelar Liga Champions Asia secara berturut-turut bersama Al Ahli.
Kesepakatan ini juga tidak lepas dari hubungan kepemilikan Newcastle United dan Al Ahli yang sama-sama berada di bawah kendali Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Faktor tersebut diyakini turut mempermudah proses negosiasi, meski Newcastle tetap harus membayar kompensasi dalam jumlah besar untuk merekrut Jaissle.
Chief Executive Officer Newcastle United, David Hopkinson, menjelaskan bahwa penunjukan Jaissle merupakan hasil dari proses seleksi yang menyeluruh. Manajemen menilai Jaissle sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di dunia sepak bola saat ini dan dinilai memiliki karakter, filosofi, serta kualitas yang sesuai dengan arah pembangunan klub.
Jaissle menggantikan Eddie Howe yang memilih mengundurkan diri pada 31 Juli 2026 setelah hampir lima tahun menangani Newcastle. Dalam pernyataan perpisahannya, Howe menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil agar dirinya dapat beristirahat sejenak dan memulihkan energi sebelum kembali ke dunia kepelatihan.
Selama memimpin Newcastle sejak November 2021, Howe berhasil membawa klub kembali tampil di Liga Champions dan mengakhiri penantian panjang selama 70 tahun tanpa trofi domestik melalui keberhasilan menjuarai Carabao Cup pada Maret 2025. Namun, performa Newcastle menurun pada musim 2025/2026 hingga hanya mampu finis di peringkat ke-12 klasemen Premier League.
Situasi klub juga semakin menantang setelah kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas. Alexander Isak lebih dulu bergabung dengan Liverpool, disusul kepindahan Kieran Trippier ke Wolverhampton Wanderers, Anthony Gordon ke Barcelona, serta Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur. Di sisi lain, kapten tim Bruno Guimaraes juga terus dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Arsenal.
Dengan kondisi tersebut, Jaissle akan memulai pekerjaannya di tengah fase transisi skuad Newcastle. Tantangan pertamanya datang dalam laga uji coba menghadapi Valencia di Stadion Mestalla pada 9 Agustus sebelum mengawali perjalanan di Premier League beberapa pekan kemudian. Pelatih asal Jerman itu menegaskan komitmennya untuk bekerja sepenuh hati dan mengerahkan seluruh kemampuannya demi membawa Newcastle kembali bersaing di papan atas sepak bola Inggris maupun Eropa.




