sekitarkaltim.com – Sebuah pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis Air Tractor AT-802 milik Pelita Air Service jatuh di wilayah perbukitan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Kamis (19/2/2026) siang. Insiden tersebut mengakibatkan pilot pesawat, Kapten Hendrick Lodewyck Adam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Syahril, memastikan bahwa pilot menjadi satu-satunya awak dalam pesawat tersebut dan tidak ada penumpang lain. “Pukul 14.33 Wita, pilot ditemukan meninggal dunia dan dievakuasi dari lokasi pesawat crash,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dihimpun dari Kementerian Perhubungan dan saksi mata di lokasi, pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 tersebut tengah menjalani misi pengangkutan BBM untuk program BBM Satu Harga ke wilayah terpencil. Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata, Tarakan, pada pukul 10.15 WITA menuju Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, untuk mengantarkan logistik BBM.
Setelah menyelesaikan misi pengantaran, pesawat kembali lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi kosong tanpa muatan BBM menuju Tarakan. Sekitar pukul 12.20 WITA, pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan.
Saksi mata di Bandara Yuvai Semaring, Aboy, menceritakan detik-detik menegangkan saat pesawat mulai kehilangan kendali. “Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada terlepas. Kemudian pesawat oleng,” jelasnya.
Kejadian itu juga disaksikan banyak warga Desa Pa’ Bettung. Terlihat pesawat tersebut diselimuti asap hitam pekat sebelum tiba-tiba menukik dan menghantam tanah. Terlihat pula sosok pilot yang sempat terlontar keluar sesaat sebelum terdengar dentuman keras.
Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo mengungkapkan bahwa cuaca buruk diduga kuat menjadi penyebab insiden ini. Saat keberangkatan dari Tarakan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Namun, di wilayah Krayan, cuaca dilaporkan sedang hujan disertai kabut tebal yang mempengaruhi jarak pandang.
Pada pukul 12.27 WITA, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan bahkan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk. Pihak Air Nav unit Long Bawan menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat nahas tersebut pada pukul 12.20 WITA dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.
Tim gabungan terdiri TNI, Basarnas dan masyarakat setempat segera bergerak. Wakil Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan memimpin langsung 21 personel tim evakuasi. Lokasi pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA, dan pilot berhasil dievakuasi pada pukul 14.33 WITA. Evakuasi dilakukan secara manual mengingat medan yang cukup berat di wilayah perbukitan. Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur dan terbakar.
Jenazah Kapten Hendrick kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 WITA untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan secara administratif dan teknis, pesawat buatan 2013 tersebut dalam kondisi laik udara.
“Pesawat baru saja menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam. Pesawat jenis Air Tractor AT-802 ini merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan, termasuk daerah pedalaman Krayan yang sulit dijangkau transportasi darat,” jelas Lukman.
Corporate Secretary Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan,” kata Patria.
Sedangkan Kementerian Perhubungan melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melaksanakan proses investigasi. Sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.
Prajurit Kodam VI/Mulawarman bergerak cepat merespons laporan kecelakaan pesawat milik PT Pelita Air Service 7101 jenis Air Tractor AT-802 nomor registrasi PK-PAA yang jatuh di wilayah pegunungan Pa Remayo, Krayan Timur tersebut. Begitu menerima informasi, jajaran TNI sekitar pukul 12.20 WITA.
Unsur terdekat dari Kodim 0911/Nunukan bersama prajurit Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 4/Prh serta personel Koramil 0911-06/Krayan segera bergerak. Mereka yang pertama tiba di lokasi jatuhnya pesawat. Medan berat, berupa pegunungan terjal dan akses terbatas, tidak menyurutkan langkah prajurit untuk melaksanakan pencarian musibah tersebut.
Berkat kecepatan dan ketangguhan di lapangan, personel Kodam VI/Mulawarman menjadi unsur pertama berhasil menjangkau lokasi kejadian. Setibanya di titik jatuh, prajurit melaksanakan pengamanan area serta melakukan pencarian terhadap korban. Dari hasil penyisiran di lokasi, sang pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (*/and)




