Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDAERAHWakil Ketua DPRD Kukar Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan

Wakil Ketua DPRD Kukar Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan

Sekitarkaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan pembangunan di seluruh wilayah, tak terkecuali Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Kelurahan ini secara khusus menjadi wilayah tanggung jawab tujuh anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kukar.

Pernyataan ini disampaikan Rasid dalam forum tatap muka dengan puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Melayu, berlangsung pada Kamis (29/1/2026) pagi. Pertemuan ini sekaligus merupakan bagian dari proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan untuk menyusun Program Pembangunan Daerah Kukar 2027.

Di hadapan para peserta, Rasid mengakui adanya tantangan keterbatasan anggaran yang mempengaruhi kecepatan dan jumlah program pembangunan dapat dijalankan. Karena itulah ditegaskan, pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal aspirasi pembangunan di wilayahnya.

“Karena keterbatasan anggaran, kami menyarankan masyarakat melalui setiap ketua RT di Kelurahan Melayu, dapat menjalin komunikasi yang intensif dengan DPRD Kukar asal Dapil 1,” ujar Rasid.

Sekilas politisi muda Partai Golkar ini memberikan gambaran strategis bisa ditempuh masyarakat maupun pihak Kelurahan Melayu. Menurutnya, koordinasi yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat dapat mengoptimalkan penyaluran program melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

“Kan bisa para ketua RT maupun pihak Kelurahan Melayu, berkomunikasi dengan para anggota dewan asal Dapil 1. Misalnya saja dari ketujuh anggota dewan Dapil 1, masing-masing dapat memberikan 2 kegiatan Pokir-nya ke Melayu. Maka dalam setahun, setidaknya bisa dilaksanakan sebanyak 14 proyek pembangunan,” jelasnya.

Pokir sendiri merupakan usulan kegiatan atau pembangunan yang diajukan secara resmi oleh anggota DPRD kepada Pemerintah Daerah untuk dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Alokasi setiap anggota dewan untuk Pokir biasanya terbatas, sehingga diperlukan prioritas dan lobi dari masyarakat.

Ajakan Rasid ini disambut positif oleh sejumlah ketua RT yang hadir. Mereka berharap dengan pendekatan ini, kebutuhan mendasar di Kelurahan Melayu seperti perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas publik lainnya dapat lebih cepat terealisasi.

“Kami sangat apresiasi arahan dari Pak Wakil Ketua. Ini seperti petunjuk teknis untuk kami di tingkat akar rumput. Ke depan, kami akan coba koordinasi lebih intens dengan bapak-bapak anggota dewan kami,” ujar Ketua Forum RT Melayu, Riduan yang hadir dalam kegiatan diikuti Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Melayu, Leny Dharmayanti beserta jajarannya tersebut.

Dengan langkah ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih konkret antara masyarakat, perangkat kelurahan, dan wakil rakyat di DPRD. Tujuannya jelas, yakni memastikan pembangunan di Kelurahan Melayu tetap berjalan dan tepat sasaran, meski dalam kondisi anggaran terbatas. (and)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments