sekitarkaltim.com – Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dipastikan bukan sekadar gangguan sementara. PT PLN (Persero) mengakui sistem kelistrikan di wilayah interkoneksi Kalimantan masih belum sepenuhnya pulih akibat gangguan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sehingga manajemen beban melalui pemadaman bergilir masih menjadi langkah yang harus diterapkan.
Kondisi tersebut disampaikan Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul. Ia menjelaskan, gangguan yang terjadi pada salah satu PLTU di sistem interkoneksi menyebabkan pasokan daya belum dapat dipenuhi secara normal. Saat ini proses perbaikan masih terus dilakukan agar pembangkit dapat kembali beroperasi secara optimal.
Karena sistem kelistrikan di Kalimantan Timur saling terhubung, dampak gangguan tidak hanya dirasakan di Samarinda, tetapi juga meluas ke Balikpapan, Bontang, Berau, hingga wilayah Kalimantan Utara seperti Tanjung Selor. Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, PLN menerapkan skema pemadaman bergilir dengan durasi sekitar dua hingga tiga jam di setiap wilayah terdampak. Rotasi pemadaman dilakukan kurang lebih setiap tiga hari sekali, meski dalam kondisi tertentu gangguan di luar jadwal tetap dapat terjadi apabila kondisi sistem berubah.
PLN menyebut seluruh pembangkit cadangan yang tersedia telah dioperasikan guna memperkuat pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung. Tidak hanya pembangkit berkapasitas besar, unit-unit pembangkit berkapasitas kecil juga dimaksimalkan agar pelayanan kepada pelanggan tetap dapat dipertahankan semaksimal mungkin.
Meski demikian, pihak PLN belum mengungkapkan secara rinci jenis kerusakan teknis yang terjadi pada PLTU tersebut. Menurut Adrian, informasi teknis berada di luar kewenangan unit pelayanan pelanggan, sehingga fokus pihaknya saat ini lebih kepada memastikan distribusi informasi kepada masyarakat serta menjaga pelayanan selama proses perbaikan berlangsung.
PLN juga menegaskan bahwa gangguan kelistrikan yang terjadi di Kalimantan Timur tidak berkaitan dengan isu krisis energi maupun persoalan kelistrikan nasional. Secara umum, sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan masih dinilai aman, namun terdapat gangguan pada sisi pembangkit tertentu yang menyebabkan kemampuan pasokan listrik menurun sementara waktu.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terbaru, PLN mengandalkan kanal digital berbasis wilayah melalui WhatsApp Channel di masing-masing Unit Layanan Pelanggan (ULP). Pelanggan diimbau mengikuti kanal sesuai wilayah domisili, seperti Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Samarinda Ulu, Balikpapan, Bontang, maupun wilayah layanan lainnya.
Melalui kanal tersebut, informasi mengenai jadwal pemadaman biasanya diumumkan pada pagi hari sebelum pelaksanaan. Apabila proses perbaikan pembangkit belum selesai atau terjadi perubahan kondisi sistem, pembaruan informasi akan kembali disampaikan melalui kanal yang sama sehingga pelanggan dapat mengetahui perkembangan terbaru secara cepat.
Selain memanfaatkan WhatsApp Channel, masyarakat juga dapat mengakses layanan PLN 123 untuk menyampaikan pengaduan, melaporkan gangguan, maupun memperoleh informasi terkait kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing. PLN berharap pelanggan terus memantau kanal resmi tersebut selama proses pemulihan pembangkit masih berlangsung agar dapat mengantisipasi jadwal pemadaman yang sewaktu-waktu mengalami penyesuaian.




